Minggu, 30 April 2017

Syukur

Sesungguhnya apa yang kita cari di dunia ini sudah disediakan oleh Allah swt. Kita disini bertugas untuk menjemputnya, bukan mencarinya. Karena rezeki kita sudah ditentukan oleh Allah swt semenjak kita ditiupkan ruh kita ketika kita berada dalam kandungan. Jadi salah besar jikalau kita merasa iri dengan rezeki yang dimiliki oleh orang lain.
Selanjutnya tugas utama kita hidup didunia ini hanyalah untuk beribadah. Kemudian kita terus panjatkan rasa syukur atas segala nikmat yang Allah swt berikan untuk kita. Niscaya jika kita banyak bersyukur, Allah swt akan lebih menambah rezeki kita. Sebagaimana Alloh Swt. berfirman, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti adzab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrohim [14]: 7)
Hampir semua orang mengharapkan rezekinya bertambah banyak, karirnya bertambah naik, kedudukannya bertambah tinggi, popularitasnya bertambah luas dan lain sebagainya. Sehingga mereka pontang-panting bekerja keras, kepala kaki dan kaki jadi kepala, malah ada yang menyerobot jalan, mengambil jalan pintas tanpa mempertimbangkan halal atau haram yang penting keinginannya tercapai.
Saudaraku, padahal pengundang bertambahnya karunia Alloh Swt. adalah syukur. Karunia Alloh Swt. akan bertambah untuk kita dengan jalan memperbanyak syukur, bukan memperbanyak keinginan. Tentu boleh kita punya keinginan, tapi keinginan itu tidak boleh membuat kita kufur nikmat. Karena tidak sedikit orang yang hanya ingat pada keinginan-keinginan yang belum tercapai padahal sudah banyak kebutuhannya yang Alloh cukupkan, bahkan sudah banyak juga keinginannya yang Alloh mudahkan.
Jangan sampai kita ingin sepatu baru, tapi sepatu lama kita ejek dan sama sekali tidak kita rawat. Jangan sampai kita ingin punya tempat tinggal baru, tapi tempat tinggal lama tidak kita pelihara. Padahal Alloh Maha Melihat kesungguhan hamba-Nya, semakin seorang hamba bersyukur atas apa yang Alloh karuniakan kepadanya, semakin Alloh akan mempercayainya dengan berbagai karunia lainnya, karena sesungguhnya tidaklah Alloh menetapkan sesuatu kecuali dalam keadaan terukur dan Alloh Maha Mengetahui kadar kemampuan hamba-Nya.
Semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh Swt. yang ahli syukur, sehingga segala karunia yang Alloh berikan kepada kita menjadi jalan untuk semakin dekat dengan-Nya. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.[]
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...