مَاعَابَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ طَعَامًا قَطٌّ"
"Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah mencela makanan." (HR. Muttafaq'alaih)
Terkadang kita secara sadar ataupun tak sadar pernah atau bahkan sering mencela makanan. Biasanya dari segi rasa yang paling banyak di cela. Selain rasa juga kita mencela bentuk, warna ataupun yang lainnya dari makanan. Padahal Rasullullah SAW saja tidak pernah mencela makanan.
Mencela saja tidak pernah apalagi membuang atau memubadzirkan makanan. Salah satu contoh mencela makanan misalnya kita bilang kalau makanan ini tidak enak. Seharusnya untuk menjaga perasaan si pembuat makanan kita harus bisa memposisikan kalimat agar enak didengar. Atau bahkan kita berbohong bicara enak, walaupun tidak enak demi memberi rasa gembira kepada yang membuat makanan. Apalagi yang masaknya isteri sendiri, ataupun orang tua kita yang masak.
Intinya hargailah makanan apapun yang ada dihadapan kita. Karena semua itu adalah rezeki untuk kita. Namun sedikit yang dinamakan rezeki adalah ketika makanan telah melewati kerongkongan kita. Artinya kita sudah memakan atau menelan rezeki kita. Jika masih di tangan, itu belum tentu rezeki, bisa saja makanan itu jatuh atau dimakan orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar