Kamis, 24 September 2015

Iedul Adha

1O Dzulhijah, itulah suatu hari dimana seluruh umat Islam merayakan hari lebaran, namanya Hari Iedul Adha atau hari raya qurban. Bagi muslim yang diberi kecukupan harta dan memiliki niat baik untuk berqurban, itulah saatnya mereka memberikan atau menunjukan sifat kesalehan sosialnya. Tidak sedikit orang kaya tapi belum mau untuk berkurban, tapi tidak sedikit pula orang yang dalam kesehariannya serba kekurangan tapi bisa melaksanakan ibadah qurban.
Sebagian dari orang muslim juga ada yang berangkat ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Mereka yang melaksanakan ibadah haji karena telah mampu untuk melaksanakan ibadah rukun islam yang ke lima tersebut. Banyak orang yang bilang ketika ditanya, kenapa belum melaksanakan ibadah haji, banyak orang yang menjawab karena belum ada panggilan. Meman untuk menjadi tamu Alloh itu harus ada niat dan Allah swt telah mengundang dan memanggil kita. Namun dalam kehidupan sehari-hari kita dalam waktu sehari lima kali dipanggil oleh Alloh untuk menjalankan ibadah shalat kita masih lalai, padahal untuk melaksanakan ibadah shalat tidak berbiaya alias gratis. Tapi kita masih banyak alasan karena banyak kegiatan seperti pekerjaan dan yang lainnya. Terus kita akan beralasan karena belum ada panggilan dari Alloh? padahal Alloh telah memanggil melalui muadzin lewat adzan yang dikumandangkannya, "hayya 'alas shalah" mari kita shalat!
Kembali kepada iedul adha yang identik dengan ibadah haji, banyak hal yang digali dari haji tersebut, misalnya "sa'i" atau berlari-lari kecil itu menandakan bahwa kita dalam hidup ini harus banyak berusaha jangan hanya diam saja. Bekerja adalah salah satu kegiatan untuk kita menyambung hidup agar kita bisa beribadah kepada Alloh swt. Pekerjaannya apa saja yang penting halal walaupun pekerjaan kita kecil atau sedikit, yang penting kita kerjakan dengan terus menerus, seperti hadist nabi "ahabul amali ilalloh abwamuha wain qola" pekerjaan yang disukai oleh Alloh adalah pekerjaan yang dilakukan secara terus menerus walaupun hanya sedikit.
selanjutnya, tidak banyak yang bisa saya tulis, saya mengucapkan "selamat hari raya iedul adha 1436H" semoga tahun depan ataupun tahun selanjutnya kita bisa melaksanakan Ibadah Haji ataupun Ibadah Qurban. aamiin

Kamis, 17 September 2015

Sejarah Singkat Kepramukaan Di Indonesia

Lupa dengan sejarah berarti kita bukan bangsa yang baik, berikut ini adalah sejarah singkat PRAMUKA di Indonesia yang bersumber dari http://pramukaria.blogspot.co.id semoga bermanfaat.
Sejarah kepramukaan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dengan sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Gagasan Baden Powell yang membentuk kepramukaan dengan cepat menyebar ke berbagai negara, termasuk Belanda. Di negara Belanda kepramukaan disebut sebagai Padvinder. Di negara jajahannya, termasuk Indonesia, Belanda mendirikan organisasi Kepramukaan. Di Indonesia dikenal dengan istilah NIPV (Netherland Indische Padvinder Vereniging; Persatuan Pandu-Pandu Belanda). Organisasi ini dikhususkan bagi anak-anak Belanda. 
Oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia dibentuk organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Karenanya kemudian muncul organisasi-organisasi kepramukaan pribumi yang kala itu jumlahnya mencapai lebih dari seratus organisasi. Organisasi itu semisal; JPO (Javananse Padvinders Organizatie); JPP  (Jong Java Padvinderij), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvinderij); HW (Hisbul Wathon) dll. 
Sejarah terus berlanjut. Melihat maraknya organisasi kepramukaan milik pribumi yang bermunculan, Belanda akhirnya membuat peraturan untuk melarang organisasi kepramukaan di luar milik Belanda menggunakan istilah Padvinder. Karena itu kemudian KH. Agus Salim menggunakan istilah "Pandu" dan "Kepanduan". 
Sejak tahun 1930 timbul kesadaran dari tokoh-tokoh Indonesia untuk mempersatukan organisasi kepramukaan. Maka terbentuklah KBI (Kepanduan Republik Indonesia). KBI merupakan gabungan dari organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra). 
Dan pada tahun 1931 terbentuk PAPI (Persatuan Antar Pandu-Pandu Indonesia), kemudian diubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persatuan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938. 
Pada waktu pendudukan Jepang, kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA. 
Setelah masa kemerdekaan dibentuklah organisasi kepanduan yang bersifat nasional  yaitu Pandu Rakyat Indonesia yang dideklarasikan di Solo pada tanggal 28 Desember 1945. Pandu Rakyat Indonesia menjadi satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia saat itu. 
Namun pada masa leberalisme, kembali bermunculan berbagai organisasi kepanduan seperti; HW, SIAP, Pandu Indonesia, Pandu Kristen, Pandu Ansor, KBI dll yang jumlahnya mencapai seratusan lebih. Sebagian organisasi tersebut terhimpun dalam tiga federasi yaitu; IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia, berdiri tanggal 13 September 1951), POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Putri Indonesia, berdiri tahun 1954) dan PKPI (Persatuan Kepanduan Putri Indonesia). 
Pada 1953 IPINDO berhasil menjadi anggota kepramukaan sedunia. Pada tanggal 10-20 Agustus 1955 IPINDO juga berhasil menyelenggarakan Jambore Nasional I di Pasar Minggu Jakarta. Sedangkan POPPINDO dan PKPI pernah bersama-sama  menyambut singgahnya Lady Baden Powell (istri Baden Powell) ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia. Pada tahun 1959, PKPI mengadakan perkemahan besar untuk pramuka putri yang disebut “Desa Semanggi” di Ciputat. Pada tahun ini juga IPINDO mengirimkan kontingen ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.  
Menyadari kelemahan yang ada, ketiga federasi tersebut akhirnya meleburkan diri menjadi PERKINDO (Persatuan Kepanduan  Indonesia). Namun ternyata Perkindo sendiri kurang solid sehingga  coba  dimanfaatkan oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pionir Muda seperti di negara komunis lainnya. 
Mulai tahun 1960-an, berbagai pihak termasuk pemerintah dan MPRS melakukan berbagai upaya untuk melakukan penertiban organisasi kepanduan termasuk upaya untuk mendirikan Gerakan Pramuka. 
Pada hari Kamis malam tanggal 9 Maret 1961 Presiden mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. 
Presiden juga menunjuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA 
Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka. Kepres ini menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA. 
Kepres Nomor 238 Tahun 1961 ini ditandatangi oleh Perdana Menteri Ir. Juanda sebagai Pejabat Presiden Karena Presiden RI, Ir. Soekarno saat itu sedang berkunjung ke Jepang. 
Pada tanggal 30 Juli 1961,  bertempat di Istora Senayan (Sekarang Stadiun Gelora Bung Karno), tokoh-tokoh organisasi kepanduan di Indonesia yang menyatakan dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA. 
Presiden Soekarno menyerahkan panji kepramukaan
Pada tanggal 14 Agustus 1961, dilakukan Pelantikan Mapinas (Majlis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, dilanjutkan penganugerahan Panji-panji Kepramukaan dan defile Pramuka untuk memperkenalkan Pramuka kepada masyarakat yang diikuti  oleh sekitar 10.000 Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA yang diperingati hingga sekarang. 
Mapinas saat itu diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno (Presiden RI)  dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh. Sementara Kwarnas, diketuai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan  Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.

Terimakasih

Terimakasih,
Suatu ungkapan yang mengandung begitu besar maknanya, ungkapan yang diucapkan ketika kita merasa terbantu oleh bantuan seseorang.
Begitupun orang yang diucapkan terimakasih akan merasa bahagia karena merasa apa yang dilakukannya begitu berarti, walaupun terkadang tak ada tujuan atau tak ada maksud untuk diucapkan kalimat tersebut untuk dirinya, karena sebagian dari mereka merasa bukan hal yang sulit membantu orang lain.
Tak terasa kita hidup didunia ini sudah begitu lama, entah berapa milyar kenikmatan yang kita dapat dan kita rasakan dibumi ini. Terkadang kita lupa mengucapkan terimakasih dalam hal ini berarti bersyukur kepada yang memberikan kita hidup, yang memberikan kita kenikmatan yakni Alloh swt. Rasa syukur yang sepatutnya dan selayaknya kita peruntukan untuk Yang Maha Kuasa yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Namun dalam menjalaninya terkadang kita lupa dan terlena dengan kehidupan duniawi, lupa bahwa semua ini telah ada yang mengatur yaitu Yang Maha Pengatur Alloh swt.
Banyak cara untuk mengungkapkan rasa syukur kita, minimal dengan ucapan hamdalah, memuji kepada Alloh swt yang sudah sepatutnya kita fuji. Bertindak mensyukuri dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Menjalankan ibadah sesuai dengan aturan yang shahih, sesuai dengan Al-Qur'an dan hadist.
Semoga kita adalah termasuk orang yang senantiasa bersyukur kepada Alloh swt.

Selasa, 15 September 2015

Hari Ini

Hari ini mataku merekam beberapa kejadian yang begitu penting untuk pelajaran hidupku.
Mood di pagi hari sepertinya harus dibuat senyaman mungkin, untuk melanjutkan mood waktu-waktu selanjutnya setelah pagi. Kenyamanan itu yang menciptakan adalah kita sendiri, dimulai dari bangun pagi jangan sampai keduluan oleh ayam jago yang berkokok. Selanjutnya melaksanakan kewajiban dan diusahakan mencari pahala yang 27. Karena ketika badan ini selesai beristirahat, ribuan sel kembali dimudakan dan diperbaharui, dilanjut dengan sesuatu yang baik, maka selanjutnya semoga kebaikan menaungi diri kita seterusnya. Secara kasarnya, kita belum melakukan dosa apapun untuk hari itu, tapi langsung menuju rumah Alloh untuk melaksanakan shalat berjamaah subuh, mungkin disanalah letak kemulusan menjalani hari itu.
Ketika rutinitas berjalan seperti roda yang berputar, maka disanalah kita menghadapi satu ujian yakni menghadapai rasa jenuh karena rutinitas yang seperti itu-itu saja. Namun rasa jenuh itu bisa akan hilang jikalau pembawaan kita untuk hari ini dibawa dengan se'enjoy mungkin tanpa berkeluh kesah apalagi menggerutu. Dibawa bahagia dan dibawa gembira. 
Selanjutnya mata ini merekam dan menyimpulkan di kejadian hari ini, bahwa ketika kita mendapatkan suatu undangan dari saudara kita, tentunya kita dianjurkan untuk menghadirinya, itulah salah satu hak seorang muslim bagi muslim lainnya, memenuhi undangan. Sebab disanalah terjalinnya suatu silaturahmi dan rezekipun datang menghampiri. 
Selanjutnya jadwal yang banyak kegiatan di satu waktu akan membawa ketidakfokusan dalam menjalaninya. Disanalah seorang muslim dituntut untuk bisa memanage waktu. Membagi waktu agar setiap kegiatan bisa terlaksana dan tidak merugikan orang lain atas janji yang telah terlontar.
Untuk catatan hari ini mungkin cukup, tapi sepertinya masih banyak kesalahan pemilihan kosakata.

Rabu, 09 September 2015

PIONERING

         Satu pengalaman, ketika sedang mempersiapkan sesuatu untuk diangkut kedalam sebuah bak mobil, ketika itu disuruh untuk menalikan sebuah tambang agar barang yang dibawa tidak terjatuh. Teringat dimasa lalu ketika belajar sebuah ilmu tali temali, namun lupa bagaimana caranya apalagi nama talinya. Namun ketika melihat seorang sopir menalikan barang yang akan dibawa, betapa begitu cekatan dan terlihat rapi juga kuat. Namun sopir itu tak mengetahui apa nama resmi dari tali temali yang beliau gunakan, yang penting teringat dengan kata-katanya, "masa anak pramuka kalah sama saya yang bukan pramuka". Kata-kata itu jangan dijadikan rasa benci, namun jadikan sebuah motivasi untuk belajar kembali ilmu tali temali atau dikenal dengan istilah pionering dalam kepramukaan. Berikut adalah sedikit materi yang bersumber dari http://scoutnomad.blogspot.com
          Pionering adalah bangunan yang tebuat dari tali dan tongkat dengan dasar tali temali pada pramuka. dalam sehari - hari kita sering menggap bahwa simpul adalah tali temali. anggapan itu adalah salah.
sebenarnya tali itu adalah bendanya, simpul adalah hubungan tali dengan satu tali atau lebih, sedangkan ikatan adalah hubungan tali dengan benda lain eperti tongkat, kayu dan lain - lain

Macam simpul pramuka ada banyak. disini kita akan menunjukkan simpul dan kegunaannya. antara lain

  1. simpul ujung tali
    simpul ini digunakan untuk mengikat ujung tali agar tidak terlepas
  2. simpul mati
    simpul ini digunakan untuk menyambungkan dua utas tali yang sama besar dan sama kering
  3. Simpul Hidup
    simpul ini digunakan untuk menyambung dua buah utas tali yang sama besar dan sama keadaan kering namun simpul ini sangat mudah untuk di lepaskan
  4. Simpul anyam
    simpul ini digunakan untuk menyambung dua buah utas tali yang sama besar dan dalam keadaana tidak basah
  5. Simpul Nayaman Berganda
    simpul ini tidak jauh beda dengan simpul anyam, hanya saja simpul ini untuk menyambung dua utas tali yang tidak sama besar dan dalam keadaan basah
  6. Simpul Erat
    simpul ini digunakan untuk memendekan tali tanpa harus memotong tali
  7. Simpul Kembar
    simpul ini digunakan untuk menyambung dua utas tali yang sama besar dan licin
  8. Siimpul Kursi
    simpul ini digunakan untuk menurunkan benda atau orang
  9. Simpul Penarik
    simpul ini digunakan untuk menarik benda yang cukup besar
  10. Simpul Laso
    simpul ini digunakan untuk menjerat binatang




    macam macam ikatan dan funsinya dalam tekpram
  1. Ikatan Pangkal
    Ikatan ini dignakan untuk mengikat tali pada tiang atau tongkat. tetai ikatanini juga dapat digunakan sebagai untuk memulai suat ikatan
  2. Ikatan Tiang
    Ikatan ini digunakan untuk mengikat suatu benda namun ikatan ini masih dapat berputar dan bergerak leluasa semisal untuk mengikat leher binatang
  3. Ikatan Jangkar
    Iaktan ini Digunakan untuk mengikat suatu benda yang berbentuk Ring
  4. Ikatan Tambat
    Ikatan ini digunakan untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat, akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali. Ikatan tambat ini juga dipergunakan untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untuk memulai suatu ikatan
  5. Ikatan Tarik
    Ikatan ini digunakan
     untuk menambatkan tali pengikat binatang pada  suatu tiang, kemudian mudah untuk  membukanya kembali. Dapat juga untuk turun ke jurang atau pohon
  6. Ikatan Turki
    Ikatan ini digunanya untuk mengikat sapu lidi setangan leher
  7. Ikatan Palang
  8. Ikatan Canggah
  9. Iktan silang
  10. Ikatan Kaki tiga

Ketika Mereka Begitu, Mengapa Saya Masih Begini

Teringat dengan sebuah kalimat yang kubaca, tapi entah dimana saya lupa. Jika tak salah seperti ini kalimatnya, 'ketika orang lain berjuang untuk agama dan bangsanya, tapi kenapa hati ini masih bergelut dan berkutat dengan rasa iri, dengki, buruk sangka dan yang lainnya'.
Memang benar adanya, sifat jelek itu susah untuk dihilangkannya. Seperti halnya ketika petani menanam padi, disekelilingnya tumbuh rerumputan. Sepertinya hal jahat akan selalu melawan hal yang baik dan berusaha menjahatkan yang baik-baik. Terutama sifat buruk sangka atau dalam bahasa Arab disebut suudzan (kalau tak salah begitu tulisannya). Ketika apa yang kita lihat, apa yang didengar dan apa yang dirasa seakan seperti jelek. Padahal itu belum tentu adanya. Namun pikiran ini sebegitu seperti biasanya memikirkan sejelek itu apa yang terlihat dan apa yang terasa. Namun dampaknya sangat besar bagi hati ini, ketika apa yang ketika dipikiran kita jelek padahal tak jelek, hasilnya adalah malu buat diri sendiri karena telah berburuk sangka. Juga ketika pikiran buruk kita benar bahawa yang terlihat dan terasa itu memang jelek adanya, namun tak ada gunanya kita menilai-nilai yang lain, hanya membuat capek hati dan membuang-buang energi.
Namun tetap rasa buruk sangka ini seperti sulit untuk di buang. Sepertinya ada satu kunci untuk menghilangkan sifat buruk sangka yaitu harus berbaik sangka, kalau dalam bahasa Arabnya husnudzan (kalau tak salah penulisannya).
Ketika saudara-saudara seiman kita di Palestina berjuang untuk bangsa dan agamanya, berperang mempertahankan agama dan bangsanya, namun hati ini masih berperang dengan sifat-sifat mazmumah bukan mahmudah.
Namun memerangi diri sendiri itu lebih sulit dan lebih susah dibandingkan dengan memerangi orang-orang kafir yang memerangi muslim.
#walaupun mungkin para pembaca tak bisa mencerna isi bacaan ini karena ceritanya kesana kemari, tak apalah, ini hanya ungkapan kecil saja dari penulis untuk sebatas mengingatkan diri sendiri.

Senin, 07 September 2015

SEPERTINYA MASALAH WAKTU

Tersenyum melihat mereka yang menangis karena hasil belajar mereka kurang memuaskan. Ketika mereka menangis, berarti disana ada suatu motivasi besar yang terganjal keadaan. Disanalah kita harus mencari sebuah keadaan yang mereka hadapi.
Memang terlalu konyol ketika kuantitas mereka begitu banyak, namun waktu kita untuk berinteraksi dengan mereka begitu pendek. Walhasil hanya mereka sajalah yang suka merengek mendekati dan meminta perhatian lebih untuk sementara dicoba dilihat lebih dalam, ada apa dengan mereka?
Mereka yang menangis karena kurang merasa bangga atas apa yang dicapai, karena mereka merasa berusaha sebisanya tapi hasilnya pun sebisanya juga. 
Setelah diajak berbicara dari suara ke suara dan menembus dinding hati, ternyata sebagian dari mereka belum bisa beradaptasi dengan waktu yang dahulu ketika seragam sebelumnya. Mereka masih menganggap sama bahwa tanpa belajar dirumah hasil akan seperti begitu seterusnya. karena tidak ada persaingan, dan walupun ada sebuah persaingan, saingan dari mereka sudah terbaca dan sudah terduga atau sudah terukur menurutnya.
Ketika waktu belajar mereka merasa begitu padat karena mengejar ilmu agama, sebenarnya bukan suatu alasan untuk tidak berprestasi di ilmu pengetahuan lainnya. Karena tidak sedikit ahli agama yang pintar dalam hal bidang ilmu lainnya. 
Mereka masih melihat dengan sebelah mata, masih mengejar sebelah pihak. Padahal kedua-duanya bisa dijalankan asal dengan diiringi kemauan dan kemampuan yang ditunjang dengan waktu yang cukup dan efektif.
Managemen waktu, seperti itulah kuncinya. Membagi waktu, menggunakan waktu seefektif mungkin agar bisa membagi waktu dengan baik dan tidak merasa waktu yang dimiliki habis hanya untuk 'itu' saja, tapi bisa di manfaatkan dengan 'ini' juga. 
Semua orang memiliki waktu yang sama yaitu 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, tapi dalam waktu yang sama itu, akan menghasilkan suatu hasil yang berbeda. Kenapa bisa seperti itu? jawabannya adalah bagaimana memenej waktu dengan sebaik mungkin.
Tulisan ini hanyalah sedikit unek-unek dari curhatan mereka yang menangis karena 'itu'.

Kamis, 03 September 2015

DUSEPT

Seketika ketika hari dan tanggal menunjukan tanggal dua September mengingatkan akan ada dua kejadian penting dalam perjalanan hidup ini. 
Catatan sekarang kita bercerita tentang dua September saja, cerita tentang dua buah kejadian yang belum dan jangan terlupakan. Ada sebuah pepatah mengatakan JASMERAH jangan sekali-kali melupakan sejarah. 
Sekali-kali sebetulnya kita perlu melihat ke belakang jangan selalu melihat kedepan. Seperti ketika kita sedang mengendarai sebuah motor atau sebuah mobil, ketika kendaraan kita melaju pastilah pandangan kita selalu melihat kedepan melihat jalan yang kita lewati. Namun demi keselamatan ketika kita berkendara, kendaraan kita diwajibkan untuk dilengkapi dengan kaca spion. Sebenarnya untuk apa mesti ada kaca spion? Pasti sobat semua sudah tahu jawabannya. 
Kaca spion yang menempel pada kendaraan kita berfungsi untuk si pengendara melihat ke belakang, untuk kepentingan jika kita akan menyalip atau jika kendaraan akan menyebrang dan yang lainnya. Jika kita analogikan dengan sejarah atau masa lalu, kaca spion itu diibaratkan sebagai sarana kita melihat masa lalu. Karena jika kita terlalu serius menatap ke depan tanpa melihat belakang, bisa-bisa berbahaya. Jadi sekali-kali kita harus melihat kebelakang, melihat kaca spion, melihat masa lalu. Agar kita bisa belajar dari perjalanan dimasa yang telah kita lewati.
Kembali kepada dua September, yang pertama adalah kejadian penting tepatnya ditahun 2007 pada tanggal tersebut merupakan awal melanjutkan mencari ilmu di "kota santri" Tasikmalaya. Walaupun tidak genap sampai mendapatkan gelar disana, karena ada sesuatu peristiwa yang belum bisa diceritakan disini. Mungkin lain kali saja.
Dua September yang kedua adalah bertepatan pada tahun 2012, merupakan awal mulanya membaktikan ilmu yang didapat walaupun tidak sejalur dengan ilmu yang diemban, tapi masih pada dunia pendidikan. 
Ini hanya sebuah catatan kecil saja agar tidak melupakan dua buah peristiwa yang kebetulan tanggal dan bulan yang sama. 

Jumat, 28 Agustus 2015

FADILAH ILMU

Seseorang menjadi berharga dan bermartabat ketika dirinya dititipi suatu ilmu pengetahuan walaupun kehidupan dibidang ekonominya lemah. Selanjutnya orang yang berilmu menjadi dihormati dilingkungan sekitarnya.
Imam Syafe'i pernah bersyair yang artinya kurang lebih seperti ini "Hidupnya seseorang yaitu karena ilmu dan ketaqwaannya, jika keduanya tak ada maka hidupnya tiada berguna".
Sangatlah besar pahalanya orang yang mencari ilmu pengetahuan, bahkan dalam suatu keterangan (hadist) orang yang berada ditempat (majelis) ilmu walaupun tak menulis satu hurufpun maka lebih baik daripada memerdekakan seribu budak belian. 
Bahkan Rasulullah pernah bersabda, bahwa jikalau seseorang dalam satu hari tidak bertambah ilmu pengetahuan maka disebutnya hari itu adalah hari sial yang tidak ada keberkahan. Jadi hari sial itu tidak ada, yang disebut sial itu adalah ketika dalam sehari saja tidak menambah ilmu maka itulah yang dimaksud hari sial, bukan sial yang selama ini berkembang di masyarakat karena ada suatu kerugian ekonomi atau kejadian bagi dirinya. 
Kita setiap hari banyak membuang waktu menjadi tidak berkualitas, apalagi dizaman sekarang ini kita terlalu banyak terhanyut kedalam kemajuan teknologi yang membuat lupa akan hakikat sebagai seorang hamba Alloh swt untuk beribadah. Ketika kita mengikuti kemajuan bidang informasi dan teknologi tersebut tidak dilndasi dengan suatu pondasi yang kokoh, maka niscaya kita terhanyut kepadanya. Misalnya dengan adanya media sosial, membuat kita kehilangan kualitas dan produktifitas waktu jika kita tidak bisa memanage / mengatur waktu sebaik mungkin. Namun disisi lain banyak orang yang menggunakan media sosila sebagai sarana menambah pundi-pundi rupiah lewat jualan online. Alhasil kisa harus bisa mengendalikan diri dari kemajuan zaman jangan sampai kita yang dikendalikan olehnya. Apalagi Jika kita sampai melupakan kewajiban mencari ilmu gara-gara terhanyut kedalam indahnya perhiasan-perhiasan dunia. Sebab ada suatu keterangan segala apa yang ada di dalam bumi ini akan memintakan ampunan untuk orang yang berilmu dan orang yang sedang mencari ilmu.
Itulah sebagian Fadilah Ilmu, masih banyak lagi sebenarnya, namun karena kurangnya pengetahuan dari penulis, maka hanya sampai ini sajalah yang bisa dikedepankan. Untuk selanjutnya mari kita sama-sama mencari dan mendalami apa saja fadilah ilmu yang lainnya. 

Rabu, 26 Agustus 2015

MORSE

Gaya bahasa setiap insan di alam semesta ini berbeda-beda. Disanalah letak kekuasaan sang Khalik dan menunjukan betapa dahsyatnya segala ciptaan Alloh swt. Dengan berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya, segala urusan menjadi lancar dan dapat dipahami.
Teringat satu pengalaman ketika menjadi seorang PRAMUKA Siaga, belajar satu cara berkomunikasi dengan cara yang rahasia, yakni menggunakan sandi. Ketika itu adalah 'sandi morse' yang harus dihapal huruf demi hurufnya. Berfikiran dan beralibi, buat apa harus dihapal, karena dimasa depan telegraf sudah tak digunakan lagi, yah telegraf adalah suatu alat telekomunikasi yang mengirimkan pesan melalui pulsa listrik dimana cara pengiriman pesannya menggunakan suatu kode, yaitu sandi morse. Nada panjang diwakili dengan bunyi dah-dah yang dituliskan dengan garis penghubung dan nada pendek diwakili dengan bunyi dit-dit yang dituliskan dengan titik. 
Dan memang telegraf ini sudah tergantikan oleh suatu alat yang lebih canggih yaitu handphone, bahkan sekarang ada smartphone. Kembali lagi kepada sandi morse, walhasil huruf-huruf sandi morse tidak hafal semuanya. Ternyata eh ternyata, dimasa saat ini ketika ada tugas untuk menyalurkan ilmu tentang morse, materi dikepala masih nol. Disanalah kita harus berfikir, bahwa sedikitpun ilmu yang kita ketahui dimasa lalu tak akan mubadzir dimasa depan atau kapanpun itu.Pantas saja Baginda Nabi Muhammad saw pernah bersabda 'carilah ilmu walaupun sampai ke negeri China'. 
Selanjutnya adalah, saatnya kita untuk menghafal kembali sandi morse, yang diambil dari https://materi1.wordpress.com/morse/
Seperti inilah materinya.

Morse

Pendahulan
Samuel Finley Breese Morse (1791-1872) adalah seorang seniman yang mungkin menjadi orang yang pertama menciutkan dunia? Ya, karena dia telah menciptakan suatu alat penghubung jarak jauh. Alat yang dibuat bukan pesawat terbang, radio atau telephone. Karena kesemuanya pada wakru itu belum ditemukan.
Alat yang diciptakan adalah Telegraph walaupun masih yang sangat sederhana (belum seperti sekaran-tentu saja). Penamaan alat ini diilhami oleh perkataan seseorang ilmuwan muda yaitu Dr. Charles Jackson yang tengah menekuni bidang kelistrikkan, di dalam suatu perjalan laut di atas kapal Sully dari Perancis menuju New York, Amerika pada tanggal 2 Oktober 1832, bahwa listrik dalam kawat sepanjang apapun akan menalir dalam sekejap.
Keterangan dari Jackson tersebut sangat berkesan bagi Morse. Sejak itulah Morse melakukan penelitian/percobaan yang banyak menghabiskan kekayaannya. Setelah kehabisan uang, Morse kembali membuat lukisan-lukisan untuk mengumpulkan dana. Setelah lima tahun penyelidikan, Morse baru berhasil membuat pesawat yang sederhana, sekitar tahun 1837.
Untuk membuktikan alat itu, Morse merencanakan akan memasang kawat telegraph sepanjang 10 mil yaitu dari Washington ke Baltimore, namun Morse tidak memiliki dana, pemerintah AS menolak permintaan bantuannya. Beberapa tahun kemudian, permohonannya dikabulkan pemerintah, tanggal 24 Mei 1844 Morse mengundang para pembesar, dan mencoba penemuannya. Hari itu dikirimlah berita utama dari gedung Capitol di Washington menggunakan huruf sandi yang kita kenal sekarang sebagai huruf morse. Beritanya berbunyi : What Had God Wrought (apa-apa saja yang telah Tuhan berikan) tanda Morse begitu mensyukuri Pemberian Tuhan kepada kita semua berupa akal yang harus dikembangkan. Morse sebagai hamba Tuhan saja telah bisa membuat alat yang mengagumkan apalagi Tuhan Maha Pencipta.
Walaupun ditemukan pada tahun 1837, tetapi baru pada tahun 1851 dalam sebuah konferensi Internasional, huruf morse diterima dan dipergunakan di seluruh dunia. Banyak sekali kegunaan huruf Morse, pada waktu sebelum ditemukan telegraph, surat-surat banyak yang lambat dan hilang. Dan sewaktu terjadi perang saudara (Civil War) di Amerika, ada kisah seorang kapten yang bernama Clowry, seorang tentara yang juga seorang pandu, hendak memberitahukan anak buahnya, bahwa musuh pada waktu malam akan menyerang dengan tiba-tiba. Tetapi Kapten Klowry tidak bisa sebab terhalang sungai yang sedang meluap airnya/banjir, apakah yang kemudian diperbuat oleh Kapten Klowry?
Dilihatnya di sisi sungai ada kereta api tua, dia lalu memeriksa apakah ketel uapnya masih bisa dipergunakan, ternyata bisa! Kapten lalu mengisi air ke dalam ketel dan menyalakan api tungkunya, untuk mendapatkan uap, dan dia mulai menghembuskan uapnya ke peluit kereta lewat hembusan panjang dan pendek sesuai dengan huruf morse. Segeralah kawan-kawannya di seberang sungai mendengarnya dan mereka bisa bersiap-siap menghadapi kedatangan musuh. Dengan demikian Kapten Klowry bisa menyelamatkan pasukannya dari bahaya kematian. Suku-suku bangsa di Afrika, Asia dan Amerika yang saling member kode/sandi isyarat atau tanda-tanda dengan genderang, asap, dan sebagainya.
Morse dapat dilakukan dengan :
–          Suara /bunyi    : misalkan dengan peluit, terompet dan sebagainya
–          Sinar/nyala      : misalnya dengan senter lampu
–          Tulisan             : misalnya dengan sandi, kode dan sebagainya
–          Bendera           : misalnya dengan bendera morse
–          Denyut listrik  : misalnya pada kabel telegraph
Huruf Morse
Untuk mempermudah menghafalkannya penulis menyusunnya dalam kelompok-kelompok tertentu.
Huruf yang terdiri dari titik (.) saja, yaitu :
E = .                I = ..                S = …              H = ….
Huruf yang terdiri dari garis (-) saja, yaitu :
T = –                M = —              O = —
Huruf yang berlawanan, terdiri dari :
A = .-               berlawanan dengan                 N = -.
U = ..-              berlawanan dengan                 D = -..
V = …-            berlawanan dengan                 B = -…
W = .–             berlawanan dengan                 G = –.
P = .–.             Berlawanan dengan                X = -..-
R = .-.              berlawanan dengan                K = -.-
Huruf yang berbalikan, terdiri dari :
Y = -.–            dengan                        Q = –.-
L = .-..             dengan                        F = ..-.
Huruf yang tidak ada lawannya, adalah :
J = .—                          C = -.-.                         Z = –..
Selain huruf morse ada juga angka morse, yaitu :
1 = .—-            4 = ….-            7 = –…           10 = —–
2 = ..—            5 = …..            8 = —..
3 = …–           6 = -….            9 = —-.
Tanda-tanda baca dan dinas, yaitu :
Titik                 = ……
Titik koma       = -.-.-.
Koma              = .-.-.-
Tanda Tanya   = ..–..
Tanda petik     = .—-.
Titik dua          = —…


Selasa, 25 Agustus 2015

PESAN AA (11)



  • Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Setiap amal perbuatan yang dianggap baik, namun tidak dibacakan Basmalah saat akan memulainya, maka perbuatan itu menjadi bunting (Terputus dari rahmat Alloh)” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)
  •  Janganlah sibuk memamerkan derita hanya karena ingin dikasihani manusia, tidak ada gunanya. Karena hanya kuasa Alloh yang Kuasa Menolong.
  • Dari Abu Thalhah ra ia mengatakan, aku menemui Nabi SAW, Ditangan beliau ada buah safarjal. Kemudian beliau bersabda: “makanlah ini, karena buah ini bisa melembutkan hati (HR Ibnu Majah) Buah safarjal = Jambu biji.
  • Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Alloh niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiyaya kepadamu dan kamu tidk akan dianiyaya (Dirugikan) (QS Al-Anfaal 60).
  • Tidak ada tempat yang tersembunyi dari tatapan-Nya. Alloh maha menyaksikanapapun yang kita lakukan dimanapun dan kapanpun.
  • Jangan takut oleh kemarahan manusia, tidak bahaya kalau Alloh melindungi, tetapi takutlah oleh kemarahan Alloh.
  •  Rasulullah saw bersabda: “wahai sekalian manusia , sebarkanlah salam, berikanlah makanan (dermawan) serta shalat malamlah diwaktu manusia sedan tidur, suaya kamu masuk surga dengazi)n selamat (HR Ath Tirmidzi)
  • Hai manusia, sesungguhnya kezalimanmu (bahayanya) akan menimpa dirimu sendiri … (QS Yunus 23)
  • Alloh lebih tahu daripada kita, Maha tahu segala keperluan yang terbaik bagi kita, tugas kita hanya luruskan niat karena Alloh dan sempurnakan ikhtiar sebagai bentuk tawakal kepada-Nya.
  • Berbahagia yang terbaik adalah bila kita diberi kemampuan banyak berbuat kebaikan, sedih itu bila kehilangan amal shaleh.

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...