Kotretan Iyek - Copas. SubhanAllah sahabatku sholehku, mari kembali kita renungi tentang hikmah sakit.
Sakit Itu adalah ujianNya.
Kemuliaan baginya karena sabar dan membuat malaikat yang selalu sehat takjub.
Sakit adalah jalan kenabian Ayub yang menyejarah.
Kesabarannya yang lebih dari batas (disebut dalam sebuah hadits 18 tahun menderita penyakit aneh) diabadikan jadi teladan semesta.
Imam As-Syafi’i wasir sebab banyak duduk menelaah ilmu; Imam Malik lumpuh tangannya dizhalimi penguasa; Nabi tercinta kita pun pernah sakit oleh racun paha kambing di Khaibar yang menyelusup melalui celah gigi yang patah di perang Uhud. Bukankah setelah akhirnya sakit, semuanya semakin mulia di mata Allah bahkan juga di mata sejarah manusia.
Sakit itu zikrullah. yang menderitanya akan lebih sering dan syahdu menyebut Asma Allah disbanding ketika dalam sehatnya.
Sakit itu istighfar, dosa-dosa akan mudah teringat, jika datang sakit. Sehingga lisan terbimbing untuk mohon ampun.
Sakit itu menguatkan tauhid. Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, KITA semakin sadar bahwa hanya Allah Maha Penolong.
Sakit itu muhasabah. Dia yang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri Sakit itu jihad. Dia yang sakit tak boleh menyerah kalah; diwajibkan terus berikhtiar, berjuang demi kesembuhannya.
Bahkan sakit itu ilmu. Bukankah ketika sakit, dia akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.
Sakit itu nasihat.Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga diri. Yang sehat hibur si sakit agar mau bersabar. Allah cinta dan sayang keduanya.
Sakit itu silaturrahim. Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang datang akhirnya datang membesuk, penuh senyum dan rindu mesra?
Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah. Sakit itu gugur dosa, anggota badan yang sakit dinyerikan dan dicuci-Nya.
Sakit itu mustajab doa. Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta didoakan oleh yang sakit.
Sakit itu salah satu keadaan yang menyulitkan syaitan; diajak maksiat tak mampu-tak mau; dosa lalu malah disesali kemudian diampuni.
Sakit itu membuat sedikit tertawa dan banyak menangis, satu sikap keinsyafan yang disukai Nabi dan para makhluk langit.
Sakit meningkatkan kualitas ibadah; rukuk-sujud lebh khusyuk, tasbih-istighfar lebih sering, tahiyyat-doa jadi lebih lama.
Sakit itu memperbaiki akhlak; kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut dan tawadhu.
Dan pada akhirnya sakit membawa kita untuk selalu ingat mati. Mengingat mati dan bersiap amal untuk menyambutnya, adalah pendongkrak derajat ketaqwaan. Karena itu mulailah belajar untuk tetap tersenyum dengan sakit.
Foto abang saat siang ini membesuk KH Ali Nurdin, Pimpinan ponpes Darussalam Parung Bogor. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada beliau untuk kembali membimbing para santri dan umat…aamiin.
Ust Arifin Ilham
Selasa, 06 Juni 2017
Hikmah Sakit
Senin, 05 Juni 2017
Hadist - Hadist Tentang Shalat (1)
Kotretan Iyek - Fathul Qorib Berikut adalah kumpulan hadist mengenai Shalat yang diambil dari kitab Fathul Qarib atau Taqrib. Semoga bermanfaat.
Hadits ke-1
Dari Abdullah Ibnu Amr Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Waktu Dhuhur ialah jika matahari telah condong (ke barat) dan bayangan seseorang sama dengan tingginya selama waktu Ashar belum tiba, waktu Ashar masuk selama matahari belum menguning, waktu shalat Maghrib selama awan merah belum menghilang, waktu shalat Isya hingga tengah malam, dan waktu shalat Shubuh semenjak terbitnya fajar hingga matahari belum terbit." Riwayat Muslim.
Hadits ke-2
Menurut riwayat Muslim dari hadits Buraidah tentang waktu shalat Ashar. "Dan matahari masih putih bersih."
Hadits ke-3
Dari hadits Abu Musa: "Dan matahari masih tinggi."
Hadits ke-4
Abu Barzah al-Aslamy Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah setelah usai shalat Ashar kemudian salah seorang di antara kami pulang ke rumahnya di ujung kota Madinah sedang matahari saat itu masih panas. Beliau biasanya suka mengakhirkan shalat Isya', tidak suka tidur sebelumnya dan bercakap-cakap setelahnya. Beliau juga suka melakukan shalat Shubuh di saat seseorang masih dapat mengenal orang yang duduk disampingnya, beliau biasanya membaca 60 hingga 100 ayat. Muttafaq Alaihi.
Hadits ke-5
Menurut hadits Bukhari-Muslim dari Jabir: Adakalanya beliau melakukan shalat Isya' pada awal waktunya dan adakalanya beliau melakukannya pada akhir waktunya. Jika melihat mereka telah berkumpul beliau segera melakukannya dan jika melihat mereka terlambat beliau mengakhirkannya, sedang mengenai shalat Shubuh biasanya Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menunaikannya pada saat masih gelap.
Hadits ke-6
Menurut Muslim dari hadits Abu Musa: Beliau menunaikan shalat Shubuh pada waktu fajar terbit di saat orang-orang hampir tidak mengenal satu sama lain.
Hadits ke-7
Rafi' Ibnu Kharij Radliyallaahu 'anhu berkata: Kami pernah shalat Maghrib bersama RasulullahShallallaahu 'alaihi wa Sallam kemudian salah seorang di antara kami pulang dan ia masih dapat melihat tempat jatuhnya anak panah miliknya. Muttafaq Alaihi.
Hadits ke-8
'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Pada suatu malam pernah Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallammengakhirkan shalat Isya' hingga larut malam. Kemudian beliau keluar dan shalat, dan bersabda: "Sungguh inilah waktunya jika tidak memberatkan umatku." Riwayat Muslim.
Hadits ke-9
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila panas sangat menyengat, maka tunggulah waktu dingin untuk menunaikan shalat karena panas yang menyengat itu sebagian dari hembusan neraka jahannam." Muttafaq Alaihi.
Hadits ke-10
dari Rafi' Ibnu Khadij Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Lakukanlah shalat Shubuh pada waktu masih benar-benar Shubuh karena ia lebih besar pahalanya bagimu." Riwayat Imam Lima. Hadits shahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Hibban.
Hadits ke-11
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa NabiShallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa yang telah mengerjakan satu rakaat shalat Shubuh sebelum matahari terbit maka ia telah mendapatkan shalat Shubuh dan barangsiapa yang telah mengerjakan satu rakaat shalat Ashar sebelum matahari terbenam maka ia telah mendapatkan shalat Ashar." Muttafaq Alaihi.
Hadits ke-12
Menurut riwayat Muslim dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu ada hadits serupa, beliau bersabda: "Sekali sujud sebagai pengganti daripada satu rakaat." Kemudian beliau bersabda: "Sekali sujud itu adalah satu rakaat."
Hadits ke-13
Dari Abu Said Al-Khudry bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak ada shalat (sunat) setelah shalat Shubuh hingga matahari terbit dan tidak ada shalat setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam." Muttafaq Alaihi. Dalam lafadz Riwayat Muslim: "Tidak ada shalat setelah shalat fajar."
Hadits ke-14
Dalam riwayat Muslim dari Uqbah Ibnu Amir: Tiga waktu dimana Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang kami melakukan shalat dan menguburkan mayit, yaitu: ketika matahari terbit hingga meninggi, ketika tengah hari hingga matahari condong ke barat, dan ketika matahari hampir terbenam.
Hadits ke-15
Dan hukum kedua menurut Imam Syafi'i dari hadits Abu Hurairah dengan sanad yang lemah ada tambahan: Kecuali hari Jum'at.
Hadits ke-16
Begitu juga menurut riwayat Abu Dawud dari Abu Qotadah terdapat hadits yang serupa.
Hadits ke-17
Dari Jubair Ibnu Muth'im bahwa RasulullahShallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Wahai Bani Abdu Manaf, janganlah engkau melarang seseorang melakukan thawaf di Baitullah ini dan melakukan shalat pada waktu kapan saja, baik malam maupun siang." Riwayat Imam Lima dan shahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Hibban.
Hadits ke-18
Dari Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa NabiShallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Syafaq ialah awan merah." Riwayat Daruquthni. Shahih menurut Ibnu Khuzaimah selain menyatakannya mauquf pada Ibnu Umar.
Hadits ke-19
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Fajar itu ada dua macam, yaitu fajar yang diharamkan memakan makanan dan diperbolehkan melakukan shalat dan fajar yang diharamkan melakukan shalat, yakni shalat Shubuh, dan diperbolehkan makan makanan." Riwayat Ibnu Khuzaimah dan Hakim, hadits shahih menurut keduanya.
Hadits ke-20
Menurut riwayat Hakim dari hadits Jabir ada hadits serupa dengan tambahan tentang fajar yang mengharamkan memakan makanan: "Fajar yang memanjang di ufuk." Dalam riwayat lain disebutkan: "Dia seperti ekor serigala."
Minggu, 04 Juni 2017
Jangan Melihat Orang Dari Penampilan
Kotretan Iyek - Copas - Syaikh Ali Jaber. Dikisahkan bahwa suatu malam Sultan Murod Ar-Rabi` mengalami kegundahan yang sangat, dan dia tidak mengetahui sebabnya.
Maka Sang Sultan memanggil kepala penjaga/sipir dan memberitahukan tentang keadaannya yang sedang gundah,
Dan memang merupakan kebiasaan Sultan bahwa dia sering memeriksa keadaan masyarakat/rakyatnya secara sembunyi-sembunyi.
Maka Sultan berkata kepada Kepala Sipir : Mari kita keluar, jalan-jalan di antara penduduk (guna memeriksa dan memantau keadaan mereka).
Mereka pun berjalan hingga sampailah di sebuah penghujung desa, dan Sultan melihat seorang pria tergeletak di atas tanah.
Sultan menggerak-gerakknnya (untuk memeriksa) dan ternyata pria tersebut telah tewas.
Namun anehnya orang-orang yang melintasi dan berlalu lalang di sekitarnya tidak memperdulikannya.
Maka Sultan pun memanggil mereka, tapi mereka tidak mengetahui Sang Sultan,
Mereka berseru : Ada apa?
Sultan : Kenapa pria ini tewas dan tidak seorangpun yang membawanya? Siapa dia? Dan dimana keluarganya?
Mereka berujar : Ini orang zindiq, suka minum khomar, pezina.
Sultan menimpali : Namun bukankah dia dari golongan umat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam?
Ayo bawa dia ke rumah keluarganya.
Maka mereka pun membawanya.
Ketika sampai di rumah, istrinya pun melihatnya dan langsung menangis.
Dan orang-orang pun mulai beranjak pergi, kecuali Sang Sultan dan Kepala Sipir.
Di tengah tangisan si wanita (istri si mayit), dia berseru kepada Sultan (namun wanita tersebut tidak mengetahuinya) : Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah, aku bersaksi bahwa engkau sungguh wali Allah.
Maka terheranlah Sultan Murod dengan ucapan wanita tersebut, dan berkata : Bagaimana mungkin aku termasuk wali Allah sementara orang-orang berkata buruk terhadap si mayyit, hingga mereka enggan mengurusi mayatnya.
(Penjaga, Sultan merasa heran, bagaimana mungkin seorang zindiq ditolong oleh wali Allah)
Wanita pun menjawab : Aku sudah duga hal itu,
Sungguh suamiku setiap malam pergi ke penjual arak/khomar lantas membeli seberapa banyak yang dia bisa beli, kemudian membawanya ke rumah kami dan menumpahkan seluruh khomar ke toilet, dan dia (suami) berkata : Semoga aku bisa meringankan keburukan khomar dari kaum muslimin.
Suamiku juga selalu pergi kepada para zaniah/pelacur dan memberinya uang, dan berkata : malam ini kau ku bayar dan jangan kau buka pintu rumahmu (untuk melacur) hingga pagi,
Kemudian suamiku kembali ke rumah dan berujar : Alhamdu lillah, semoga dengan itu aku bisa meringankan keburukannya ( pelacur) dari pemuda-pemuda muslim malam ini.
Namun sementara orang-orang menyaksikan dan mengetahui bahwa suamiku membeli khomar, dan masuk ke rumah pelacur, Dan lantas mereka membicarakan suamiku dengan keburukan.
Pernah suatu hari aku berkata pada suamiku : Sungguh jika seandainya engkau mati, maka tidak akan ada orang yang akan memandikanmu, menyolatkanmu, dan menguburkanmu.
Suamikupun tersenyum dan menjawab : Jangan khawatir Sayangku… Sultan/Pemimpin kaum muslimin lah yang akan menyolatkanku beserta para ulama dan pembesar-pembesar negeri lainnya.
(Setelah mendengarnya) Sultan pun menangis lantas berkata : Suamimu benar, Demi Allah aku adalah Sultan Murod Ar-Robi`, Dan besok kami akan memandikan suamimu, menyolatkannya dan menguburkannya.
Dan diantara yang menyaksikan jenazahnya adalah Sultan Murod, para ulama, para masyayikh dan seluruh penduduk kota.
Maha Suci Allah, kita hanya bisa menilai orang dengan hanya melihat penampilan dan kulit luarnya dan kita pula hanya mendengar omongan orang.
Maka sendainya jika kita mampu bijak, kita akan memandang dan menilai orang dari kebersihan hatinya, Maka niscaya lisan kita akan kelu membisu dari menceritakan keburukan orang lain..
Subhanallaah….Semoga kita bisa mengambil ibroh / contoh teladan…
Ditulis oleh Syaikh Ali Jaber
Sabtu, 03 Juni 2017
Dzikir Gerbang Pertolongan Alloh SWT
Kotretan Iyek. Hidup akan terasa berat manakala kita tidak mendapat pertolongan Alloh Swt. Kalau Alloh menolong kita, maka hidup akan terasa ringan dan mudah. Sedangkan kalau Alloh tidak menolong kita, maka sesederhana apapun kejadian dalam hidup ini maka akan terasa berat dan besar. Karena sesungguhnya “Laa haulaa walaa quwwata illaa billaah”, makhluk itu tiada daya dan tiada upaya kecuali atas pertolongan Alloh Swt.
Salah satu gerbang pertolongan Alloh yang memiliki derajat sangat tinggi adalah dzikrulloh. Inilah amalan terbaik, amalan yang paling mensucikan, amalan yang paling meninggikan derajat, amalan yang lebih baik dari menafkahkan emas dan perak, amalan yang lebih baik dari membunuh atau terbunuh dalam jihad di jalan Alloh, itu dzikrulloh ta’ala . Karena seluruh perintah dan larangan Alloh, muaranya adalah untuk ingat kepada Alloh yang berbuah kepatuhan, ketaatan dan kepasrahan kepada-Nya.
Jadi, kualitas seseorang itu tergantung kualitas dzikirnya. Semakin banyak dzikirnya, maka semakin tinggi kedudukannya di hadapan Alloh Swt. Karena Alloh Swt. berfirman, “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al Baqoroh [2] : 152)
Orang yang paling spesial di hadapan Alloh sehingga Alloh mengingatnya adalah orang yang paling banyak dzikrulloh. Sedangkan semakin jauh dari dzikir, maka semakin tidak spesial dia di hadapan Alloh, dan semakin jauh dari pertolongan-Nya. Semakin banyak dzikir, semakin dimudahkan oleh Alloh agar hatinya menjadi tentram. Sedangkan, semakin jauh dari dzikir, maka semakin mudah hatinya diselimuti kegalauan dan kegelisahan.
Demikianlah keutamaan dzikir bagi kita. Dzikir adalah gerbang pertolongan Alloh yang sangat utama. Semoga kita termasuk orang-orang yang istiqomah mengamalkan dzikir sehingga mendapatkan derajat yang tinggi di hadapan Alloh Swt. dan sangat dekat dengan pertolongan-Nya. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.[]
oleh KH Abdullah Gymnastiar
Jumat, 02 Juni 2017
Kadang Terlupakan
Kotretan Iyek - Copas WA
01.Wanita dilarang
menarik barang
beban, wanita harus
mendorong.
02.Jalan 50 langkah
memperbaiki tulang
tubuh, menaiki 20
anak tangga
memperbaiki tulang
lutut.
03.Kopi tidak disarankan
bagi WANITA, karena
dapat menyebabkan
Osteoporosis dan
mempercepat
menopause.
04.Rebus 10 helai daun
Salam dengan 2 gelas
air, minum tiap hari
selama 12 hari untuk
menurunkan kolestrol
dan darah tinggi.
05.Penyebab darah tinggi
adalah kekurangan
kalium. Semangka
, Timun adalah sumber
Kalium (disarankan
Semangka Kuning).
06.Jus pear + stroberi 4
buah menaikkan daya
tahan tubuh.
07.Anggur hitam
Menguatkan Jantung,
Anggur Hijau
melangsingkan Tubuh,
Anggur Merah
melebarkan Pembuluh
darah (agar tdk
tersumbat / anti
Kolestrol).
08.Labu kuning baik
untuk mempertajam
daya ingat anak
, dimakan wanita hamil
lebih baik.Untuk pria
Dewasa, Pumpkin
berguna untuk
menghasilkan Sperma
berkualitas.
09.Pisang untuk yang
sering kram dan
Kesemutan.
10.Manggis paling baik
untuk tulang.
11.Paprika
menyembuhkan
Diabetes, Sakit Tulang
dan anti Kanker.
12.Apel + buncis di juice
bersama dapat
menjadi obat
Pankreas/Diabetes.
13.Makan sayuran hijau
Siang hari anti Stroke.
14.Sayur memastikan
Protein tidak menjadi
Kanker.
15.Sayur memastikan
Karbo tidak menjadi
Diabetes
*Panduan Kesehatan*
01.Sering makan lalu
tidur bisa kena Kanker
Lambung karena Mag
tidak dapat istirahat
02.Hanya boleh makan
Empat butir telur per
minggu, selebihnya tdk
baik
03.Pantat Ayam
mengandung
Karsinogen (Penyebab
Kanker), jangan
makan Pantat Ayam
04.Makan buah
seharusnya Before
meal, bukan After Meal
05.Saat Haid jangan
minum teh apalagi teh
hijau, sebaiknya
makan sesuatu yang
bisa Nambah Darah
06.Jangan terlalu banyak
minum susu kacang,
jangan pake telur dan
gula
07.Makan Tomat
sebaiknya After Meal,
jangan perut Kosong
08.Tiap pagi bangun tidur
minum Segelas air
putih bisa cegah batu
empedu
09.3 jam sebelum tidur
jangan makan lagi,
bisa gemuk
10.Jangan minum teh
susu atau (teh tarik /
buble tea) karena
tinggi Kalori tinggi
Lemak tidak Bergizi
dan bisa Darah Tinggi
Kencing Manis
11.Jangan makan Roti
yang baru keluar dari
oven
12.Charger HP jangan
dekat tempat tidur,
harus berjarak 30 cm
lebih dari posisi tidur.
13.Tiap hari minum air
8-10 gelas untuk
hindari kanker
Kantong Kemih
14.Siang hari harus
banyak minum air
Putih, malam hari
harus sedikit minum
Air putih.
15.Minum kopi jangan
melebih dua cangkir
per hari, bisa
menyebabkan
Insomnia dan penyakit
Mag ( Lambung ).
16.Jangan makan
makanan yang tinggi
Lemak karena butuh
5~7 jam pencernaan,
mengakibatkan darah
terpusat pada
pencernaan dan
mengakibatkan
ngantuk krn otak
kekurangan supply
Darah.
17.Setelah jam Lima sore
jangan makan banyak
Karena Tubuh kita
tidak butuh banyak
Kalori
18.Sepuluh jenis
makanan sehat
a.Ikan laut dalam,
b.Pisang,
c.Jeruk bali
d.Roti full Gandum,
e.Sayur Bayam,
f. Bawang Putih
, g.Pumpkin,
h.Susu low Fat,
i. Daging ayam,
y.Buah Cherry
19.Kurang tidur bikin otak
tumpul, biasakan tidur
siang bisa awet muda.
20.Air lemon Panas bisa menolong anda seumur hidup
Lemon Panas membunuh Sel Kanker.
___________________________________
Shalat (3)
Kotretan Iyek - Fathul Qorib - Bab Shalat.
Beda Perempuan dan Laki-laki Dalam Shalat
Shalat perempuan berbeda dengan laki-laki dalam 5 (lima) perkara:
- Laki-laki menjauhkan kedua sikutnya dari lambungnya. - Laki-laki menjauhkan perut dari kedua pahanya dalam ruku' dan sujud - Laki-laki mengeraskan suara di tempat yang dianjurkan mengeraskan suara - Apabila imam melakukan kesalahan, laki-laki mengucapkan tasbih (subhanallah). - Aurat laki-laki antara pusar dan lutut. - Perempuan mendekatkan sikunya satu sama lain. - Perempuan memelankan suaranya di dekat laki-laki bukan mahram - Apabila imam melakukan kesalahan, makmum perempuan bertepuk tangan. - Seluruh badan perempuan itu aurat kecual wajah dan telapak tangan. Sedang budak perempuan auratnya seperti laki-laki.
Perkara Yang Membatalkan Shalat
Perkara yang membatalkan shalat ada 11 (sebelas):
- Perkataan yang disengaja - Gerakan yang banyak - Hadats (kecil dan besar) - Adanya najis
- Terbukanya aurat - Berubahnya niat - Membelakangi kiblat - Makan - Minum - Tertawa terbahak-bahak - Murtad
Jumlah raka'at shalat fardhu ada 17 (tujub belas) roka'at, 34 sujud, 94 takbir, 9 tahiyat, 10 salam, 153 tasbih. Jumlah rukun dalam shalat ada 126 rukun. Shalat subuh 30 rukun, maghrib 42 rukun, shalat empat rakaat ada 54 rukun.
Barangsiapa yang tidak mampu berdiri dalam shalat fardhu maka boleh shalat duduk, yang tidak mampu duduk, boleh shalat tidur miring.
Perkara yang Tertinggal Dalam Shalat
Perkara yang ditinggal dalam shalat ada tiga macam yaitu fardhu, sunnah dan hai'ah. Adapun fardhu yang tertinggal tidak perlu mengganti apabila murni karena lupa tetapi apabila ingat dan waktunya dekat maka harus dilakukan dan sujud sahwi. Sedang sunnah yang tertinggal tidak perlu mengulangi apabila sudah melakukan hal yang fardhu akan tetapi hendaknya melakukan sujud sahwi. Sedang hai'ah yang tertinggal tidak perlu mengulangi dan sujud sahwi.
Apabila ragu dalam jumlah rakaat shalat, maka lakukan berdasar rakaat yang yakin yaitu yang paling sedikit dan hendaknya sujud sahwi. Sujud sahwi itu sunnah dan dilakukan sebelum salam.
Waktu Haram Dalam Shalat
Ada lima waktu yang tidak boleh melakukan shalat kecuali shalat yang memiliki sebab yaitu setelah shalat subuh sampai terbit matahari; saat terbit matahari sampai sempurna dan naik sekitar satu tombak; saat matahari tepat di tengah sampai condong; setelah shalat ashar sampai matahari terbenam; saat matahari terbenam sampai sempurna terbenamnya.
Shalat (2)
Kotretan Iyek - Fathul Qorib. Kita lanjutkan materi tentang shalat yang pastinya pernah kita pelajari, ini hanya sebatas mengingatkan kembali khususnya saya dan umumnya para pembaca semua yang budiman.
Syarat Sah Shalat
Syaratnya shalat sebelum melaksanakan shalat ada 5 (lima) yaitu sucinya anggota badan dari hadas dan najis, menutup aurat dengan kain yang suci, berdiri pada tempat yang suci, tahu masuknya waktu shalat, menghadap kiblat. Boleh tidak menghadap kiblat dalam dua keadaan yaitu ketika sangat takut dan shalat sunnah di atas kendaraan dalam perjalanan.
Rukun dan Sunah Shalat
Rukun-rukun (fardhu) shalat ada 18 (delapan belas). Berdiri apabila kuasa, takbirotul ihram, membaca al-fatihah dengan basmalah-nya, ruku', tumakninah dalam ruku', bangun dari ruku', i'tidal (berdiri setelah ruku'), tuma'ninah saat i'tidal, sujud, dan tuma'ninah saat sujud, duduk di antara dua sujud dan tuma'ninah, duduk terakhir, dan tasyahud (tahiyat) saat duduk terakhir, membaca shalawat pada Nabi saat tahiyat akhir, salam pertama, niat keluar dari shalat, tertib sesusai urutan rukun di atas.
Sunnahnya shalat sebelum melaksanakan shalat ada dua yaitu adzan dan iqamah. Sunnahnya shalat saat melaksanakan shalat ada dua yaitu tahiyat (tasyahud) pertama dan membaca qunut saat shalat subuh dan shalat witir pada pertengahan kedua bulan Ramadan.
Tambahan penerjemah: Rukun shalat artinya perbuatan yang harus dilaksanakan saat shalat. Apabila tidak dilakukan, maka shalatnya tidak sah.
Gerakan dan Bacaan Shalat
Tata cara yang disunnahkan dalam shalat ada 15 (lima belas) yaitu:
(a) Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram (b) Mengangkat tangan saat ruku' (c) Mengangkat tangan saat bangun dari ruku' (d) Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri
(e) Tawajjuh (f) Membaca audzubillah (g) Mengeraskan suara dan memelankan suara sesuai tempatnya (h) Membaca amin (i) Membaca surat setelah membaca Al-Fatihah (j) Membaca takbir saat naik atau turun (k) Mengakatan sami'a-Allahu liman hamidah robbana walakal hamdu dan tasbih saat ruku' dan sujud (l) Meletakkan kedua tangan di atas kedua paha saat duduk; membuka tangan kiri sedang tangan kanan menggenggam kecuali jari telunjuk yang menunjuk saat tahiyat (m) Duduk iftirasy pada setiap duduk. (n) Duduk tawarruk pada duduk yang akhir
(o) Salam yang kedua.
Kamis, 01 Juni 2017
Beri Sendiri Judulnya
APA SIH TOLAK UKUR KEBERHASILAN RUMAH TANGGA
Sebagian besar masyarakat mengatakan, ada DUA hal yg jika terjadi maka rumah tangga tersebut terbilang sukses
1) Punya Anak,
2) Banyak Harta.
Bukan itu, Buktinya :
1. Rumah Tangga 'Aisyah Radhiallaahu 'anha tidak dikaruniai anak, lalu apakah kita akan berkata Suami-Isteri tersebut tidak harmonis? Tidak bahagia?
2. Rumah Tangga Fatimah Radhiallaahu 'anha sangat minim harta.
Sang Istri pernah menahan laparnya selama beberapa hari hingga kuninglah wajah beliau.
Lalu, apakah kita berani mengatakan bahwa RT mereka hancur berantakan diujung tombak? TIDAK.
Bahkan Suami beliau adalah salah satu penghuni Surga Allah
Masyaa Allah...
BENAR, sebagai seorang Isteri jangan ber-mudah2an utk menuntut kalimat perpisahan hanya karena sebab2 diatas.
SEBAB ummahatul mukminin tidak pernah memberatkan suaminya dgn perkataan tercela.
Juga, sebagai seorang Suami jangan ber-mudah2an
mengatakan "aku tak punya harta, aku tak pantas untukmu Duhai Isteriku.."
Innalillaahi wa inna ilayhi rooji'un...
Tahukah para Suami, kalimat tsb justru enggan didengar oleh Istri kalian.
Sebab para sahabat tdk tercermin dlm diri mereka sifat keputus-asaan.
TOLAK UKUR KEBERHASILAN RUMAH TANGGA seorang Muslim adalah, KETIKA SETELAH MENIKAH, maka :
1. Bertambahlah TAQWA mereka kepada Alloh سبحانه وتعالى
2. Bertambahlah AMALAN2 SUNNAH mereka.
3. Bertambahlah KESABARAN mereka dlm setiap taqdir Allah.
4. Bertambahlah Ghiroh/Semangat mendatangi majelis2 'Ilmu Allah.
5. Bertambahlah TAKUT mereka sebab mengingat hari dimana mereka akan terpisah dan menghadap sidang Rabb-nya yg paling adil.
6. Bertambah BERHARAPLAH mereka kpd Rabb-nya agar bisa dinikahkan lagi dlm Jannah Alloh سبحانه وتعالى tanpa hisab...
Masyaa Allaah,
BaarakAllaahu fiikum.
✒ Ditulis oleh : Al ustadz. SYAFIQ bin RIZA bin HASAN bin ABDULQADIR BASALAMAH.والله أعلم بالصواب
Shalat
Kotretan Iyek - Fathul Qorib - Bab Shalat
Syarat Wajib Shalat
Syarat wajibnya shalat ada 3 (tiga) yaitu 1. Islam,
2. akil baligh (dewasa) dan
3. berakal sehat (adalah batas mulainya kewajiban (taklif))
Shalat Sunnah
Adapun shalat sunnah ada 5 (lima) yaitu Idul Fitri dan Idul Adha, gerhana matahari (kusuf as Syamsi) dan gerhana bulan (khusuf al qamar); shalat istisqa' (minta hujan)
Shalat Sunnah Rawatib
Adapun shalat sunnah rawatib yang bersamaan dengan shalat fardhu ada 17 (tujuh belas) rakaat. Yaitu dua rokaat sebelum shalat subuh, empat rakaat sebelum dzuhur, dua rokaat setelah dhuhur, empat rakaat sebelum ashar, dua rakaat setelah maghrib dan tiga rokaat setelah isya' dengan shalat witir (ganjil) dengan satu rakaat terakhir. Ada 3 (tiga) shalat sunnah mua'akkad yaitu shalat malam, shalat dhuha dan shalat tarawih.
Syarat Sah Shalat
Syaratnya shalat sebelum melaksanakan shalat ada 5 (lima) yaitu sucinya anggota badan dari hadas dan najis, menutup aurat dengan kain yang suci, berdiri pada tempat yang suci, tahu masuknya waktu shalat, menghadap kiblat. Boleh tidak menghadap kiblat dalam dua keadaan yaitu ketika sangat takut dan shalat sunnah di atas kendaraan dalam perjalanan.
Rukun Shalat
Rukun-rukun (fardhu) shalat ada 18 (delapan belas). Berdiri apabila kuasa, takbirotul ihram, membaca al-fatihah dengan basmalah-nya, ruku', tumakninah dalam ruku', bangun dari ruku', i'tidal (berdiri setelah ruku'), tuma'ninah saat i'tidal, sujud, dan tuma'ninah saat sujud, duduk di antara dua sujud dan tuma'ninah, duduk terakhir, dan tasyahud (tahiyat) saat duduk terakhir, membaca shalawat pada Nabi saat tahiyat akhir, salam pertama, niat keluar dari shalat, tertib sesusai urutan rukun di atas .
Sunnahnya shalat sebelum melaksanakan shalat ada dua yaitu adzan dan iqamah. Sunnahnya shalat saat melaksanakan shalat ada dua yaitu tahiyat (tasyahud) pertama dan membaca qunut saat shalat subuh dan shalat witir pada pertengahan kedua bulan Ramadan.
Tambahan penerjemah: Rukun shalat artinya perbuatan yang harus dilaksanakan saat shalat. Apabila tidak dilakukan, maka shalatnya tidak sah.
Tawa "Malaikat" di Mesjid
Kotretan Iyek - Copas Pengusiran dan penghardikan anak-anak di mesjid menjadi pemandangan biasa di Indonesia.
Mata-mata tajam dan kata-kata kasar keluar dari para pengurus masjid dan jama'ah.
Kecamuk antara wajah sangar orangtua di rumah yang menyuruh ke mesjid dan wajah seram pengurus/jamah yang mengusirnya.
Seolah merenggut kebahagiaan masa-masa kecilnya.
Jika anak-anak muslim berlari riang tawa di mesjid, itu adalah ciri khas anak-anak.
Tetapi kalau yang berlari dan tertawa itu orangtua baru layak di usir.
Mereka sebenarnya "malaikat" yang sedang bergembira di rumah Robb-Nya.
Bahkan Hasan dan Husein pernah menaiki tubuh Rasulullah SAW saat mengimami sholat para sahabat.
Rasulullah sujud begitu lama. Hingga ada sahabat yg bertanya "mengapa lama sekali sujudmu ya Rasulullah..?"
Rasul mnjawab "Tadi Hasan dan Husein naik di tubuhku, aku khawatir kalau aku bangkit mereka terjatuh, maka aku biarkan mereka puas bermain"
Dalam riawayat yg lain Rasulullah mempercepat sholatnya karena ada tangis anak kecil yang memanggil ibunya yg sedang ikut berjama'ah bersama Rasulullah SAW.
Itulah mesjid Nabi yang tak sepi dari anak-anak kecil. Lalu mesjid apa yang "anti" dengan anak-anak kecil ?
Maka sudah selayaknya para pengurus masjid dan para jama'ah di beri pemahaman yg utuh tentang mesjid sebagai pusat peradaban Islam.
Muahmmad Al fatih penakluk konstantinopel pernah berkata :
" Jika kalian tidak lagi mendengar riang tawa dan gelak bahagia anak-anak di masjid-masjid. Waspadalah. Saat itu kalian dalam bahaya".
Hidup Yang Tenang
Kotretan Iyek - Kuliah Subuh Hidup penuh liku - liku ada susah ada senang ada duka, heeee itu bener gak lirik sebuah lagunya? Salah ya,,, lupa lagi. Tapi itu hanya mukadimah alias pembukaan saja bahwasannya seperti itulah perjalanan hidup kita ini. Terkadang kita mendapat kesenangan, kadang kala kita ditimpa kesusahan, kadang kali kita mendapat duka, lara dan lainnya. Memang itulah perjalan kita, hanya yang paling penting adalah bagaimana kita menyikapi atau menjalani perjalanan hidup ini. Misalnya ketika kita sedang dalam kesenangan, sudah seharusnya bersyukur, misalnya kita sedang sedih, bagaimana kita menyikapi kesedihan itu. Karena sebenarnya semua keadaan yang pada hakikatnya adalah kehendak Alloh swt, namun syariatnya kita sendiri yang membuat keadaan atau menciptakan keadaannya. Misal ketika kita makan, itu hakikatnya rezeki dari Alloh swt, walaupun misalnya kita hanya makan dengan kerupuk saja, kemudian kita bersyukur atas rezeki itu, kita akan merasa senang saja, karena mungkin saja tetangga kita ada yang tidak makan karena tak punya beras misalnya, disanalah tercipta kesenangan dan rasa syukur. Sebaliknya jika kita merasa kurang syukur makan hanya dengan kerupuk saja, akhirnya uring-uringan marah-marah karena lauknya hanya kerupuk dan tidak mau makan, timbulah rasa lapar, dan timbulah rasa sakit, kemudian bersedihlah. Itu hanya perumpamaan kecil saja, bahwasannya kita sendirilah padahal yang membuat senang sedih atau lainnya.
Di hari ke 6 bulan suci ini, mendapat tambahan ilmu dari sang Guru, 3 kunci hidup tenang, yaitu:
1. Jujur
Hidup jujur itu tenang, hidup dalam dusta itu gelisah. Karena jika sekali berdusta maka akan timbul dusta atau kebohongan yang kedua kalinya, bahkan dusta ke tiga, ke empat atau bisa saja dusta sampai azal menjemput kita masih ada kebohongan. Saya pernah mendapat sebuah pelajaran dari almarhum 'bapak' (semoga Alloh swt menempatkan beliau di tempat yang terindah, di SurgaMu aamiin) walaupun tidak secara langsung beliau mengajarkannya tapi saya tahu itu pelajaran untuk saya, beliau menuliskan sebuah kaligrafi sederhana di kertas bekas rokok, kemudian disimpan di Warung Pulsa Iyek Pangampiran beliau selipkan di buku utang dan saya menyimpannya sampai sekarang. Isi tulisan itu adalah seperti ini, Berkatalah jujur walau pahit rasanya. Itu sebuah warisan yang sangat berharga dan besar maknanya, walaupun saya belum bisa mengamalkannya secara utuh, masih ada dusta yang sengaja ataupun tidak di sengaja.
2. SABAR
Innalloha ma'a sahabiriin itu adalah potongan ayat yang hampir semua mafhum atau hapal ketika ngobrol dengan teman atau sedang menasihati, biasanya keluar ayat itu, yang maknanya Alloh swt itu beserta orang-orang yang sabar. Untuk sabar, saya tidak akan menulis panjang lebar disini, mungkin nanti Insya Alloh kita buat kotretan khusus mengenai sabar.
3. SUBUR
Ini adalah kunci hidup tenang yang ketiga yakni subur, dalam arti bukan subur badannya alias gendut seperti saya ya heeee.... subur disini dalam arti cukup. Merasa cukup dalam segalanya itu adalah subur, makan teratur dan bergizi, dompet selalu terisi, pekerjaan lancar, gaji lancar, pendapatan normal, sehat, ketika sakit bisa ke dokter, kendaraan ada, alat komunikasi punya, ibadah rajin, shalatnya berjamaah, puasa tidak terlewat, dengan tetangga damai, pokoknya subur, tenang, tentram, damai......... subhanalloh walhamdulillah..... Allohu akbar.....
Mungkin hanya itu saja yang dapat kukotret pada kesempatan hari ini, semoga bermanfaat. Jika ada kesalahan mohon dimaafkan dan mohon diluruskan atau di benarkan, segala kritik dan saran yang membangun sangat diterima dengan lebar.
Narasumber : Ustadz Yunus (Pimpinan MT Al-Mubarak Pangampiran)
Editor : Iyek
Besi dan Karat
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
KOTRETAN IYEK - Dipagi dalam menjelang Subuh beruraian air mata penuh dengan kekhusyukan dan dengan penuh rasa penyesalan akan kekhilapan di...