Kamis, 01 Juni 2017

Hidup Yang Tenang

Kotretan Iyek - Kuliah Subuh Hidup penuh liku - liku ada susah ada senang ada duka, heeee itu bener gak lirik sebuah lagunya? Salah ya,,, lupa lagi. Tapi itu hanya mukadimah alias pembukaan saja bahwasannya seperti itulah perjalanan hidup kita ini. Terkadang kita mendapat kesenangan, kadang kala kita ditimpa kesusahan, kadang kali kita mendapat duka, lara dan lainnya. Memang itulah perjalan kita, hanya yang paling penting adalah bagaimana kita menyikapi atau menjalani perjalanan hidup ini. Misalnya ketika kita sedang dalam kesenangan, sudah seharusnya bersyukur, misalnya kita sedang sedih, bagaimana kita menyikapi kesedihan itu. Karena sebenarnya semua keadaan yang pada hakikatnya adalah kehendak Alloh swt, namun syariatnya kita sendiri yang membuat keadaan atau menciptakan keadaannya. Misal ketika kita makan, itu hakikatnya rezeki dari Alloh swt, walaupun misalnya kita hanya makan dengan kerupuk saja, kemudian kita bersyukur atas rezeki itu, kita akan merasa senang saja, karena mungkin saja tetangga kita ada yang tidak makan karena tak punya beras misalnya, disanalah tercipta kesenangan dan rasa syukur. Sebaliknya jika kita merasa kurang syukur makan hanya dengan kerupuk saja, akhirnya uring-uringan marah-marah karena lauknya hanya kerupuk dan tidak mau makan, timbulah rasa lapar, dan timbulah rasa sakit, kemudian bersedihlah. Itu hanya perumpamaan kecil saja, bahwasannya kita sendirilah padahal yang membuat senang sedih atau lainnya.
Di hari ke 6 bulan suci ini, mendapat tambahan ilmu dari sang Guru, 3 kunci hidup tenang, yaitu:
1. Jujur
Hidup jujur itu tenang, hidup dalam dusta itu gelisah. Karena jika sekali berdusta maka akan timbul dusta atau kebohongan yang kedua kalinya, bahkan dusta ke tiga, ke empat atau bisa saja dusta sampai azal menjemput kita masih ada kebohongan. Saya pernah mendapat sebuah pelajaran dari almarhum 'bapak' (semoga Alloh swt menempatkan beliau di tempat yang terindah, di SurgaMu aamiin) walaupun tidak secara langsung beliau mengajarkannya tapi saya tahu itu pelajaran untuk saya, beliau menuliskan sebuah kaligrafi sederhana di kertas bekas rokok, kemudian disimpan di Warung Pulsa Iyek Pangampiran beliau selipkan di buku utang dan saya menyimpannya sampai sekarang. Isi tulisan itu adalah seperti ini, Berkatalah jujur walau pahit rasanya. Itu sebuah warisan yang sangat berharga dan besar maknanya, walaupun saya belum bisa mengamalkannya secara utuh, masih ada dusta yang sengaja ataupun tidak di sengaja.
2. SABAR
Innalloha ma'a sahabiriin itu adalah potongan ayat yang hampir semua mafhum atau hapal ketika ngobrol dengan teman atau sedang menasihati, biasanya keluar ayat itu, yang maknanya Alloh swt itu beserta orang-orang yang sabar. Untuk sabar, saya tidak akan menulis panjang lebar disini, mungkin nanti Insya Alloh kita buat kotretan khusus mengenai sabar.
3. SUBUR
Ini adalah kunci hidup tenang yang ketiga yakni subur, dalam arti bukan subur badannya alias gendut seperti saya ya heeee.... subur disini dalam arti cukup. Merasa cukup dalam segalanya itu adalah subur, makan teratur dan bergizi, dompet selalu terisi, pekerjaan lancar, gaji lancar, pendapatan normal, sehat, ketika sakit bisa ke dokter, kendaraan ada, alat komunikasi punya, ibadah rajin, shalatnya berjamaah, puasa tidak terlewat, dengan tetangga damai, pokoknya subur, tenang, tentram, damai......... subhanalloh walhamdulillah..... Allohu akbar.....
Mungkin hanya itu saja yang dapat kukotret pada kesempatan hari ini, semoga bermanfaat. Jika ada kesalahan mohon dimaafkan dan mohon diluruskan atau di benarkan, segala kritik dan saran yang membangun sangat diterima dengan lebar.
Narasumber : Ustadz Yunus (Pimpinan MT Al-Mubarak Pangampiran)
Editor : Iyek

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...