Kamis, 01 Juni 2017

Tawa "Malaikat" di Mesjid

Kotretan Iyek - Copas Pengusiran dan penghardikan anak-anak di mesjid menjadi pemandangan biasa di Indonesia.
Mata-mata tajam dan kata-kata kasar keluar dari para pengurus masjid dan jama'ah.
Kecamuk antara wajah sangar orangtua di rumah yang menyuruh ke mesjid dan wajah seram pengurus/jamah yang mengusirnya.
Seolah merenggut kebahagiaan masa-masa kecilnya.
Jika anak-anak muslim berlari riang tawa di mesjid, itu adalah ciri khas anak-anak.
Tetapi kalau yang berlari dan tertawa itu orangtua baru layak di usir.

Mereka sebenarnya "malaikat" yang sedang bergembira di rumah Robb-Nya.
Bahkan Hasan dan Husein pernah menaiki tubuh Rasulullah SAW saat mengimami sholat para sahabat.
Rasulullah sujud begitu lama. Hingga ada sahabat yg bertanya "mengapa lama sekali sujudmu ya Rasulullah..?"
Rasul mnjawab "Tadi Hasan dan Husein naik di tubuhku, aku khawatir kalau aku bangkit mereka terjatuh, maka aku biarkan mereka puas bermain"
Dalam riawayat yg lain Rasulullah mempercepat sholatnya karena ada tangis anak kecil yang memanggil ibunya yg sedang ikut berjama'ah bersama Rasulullah SAW.
Itulah mesjid Nabi yang tak sepi dari anak-anak kecil. Lalu mesjid apa yang "anti" dengan anak-anak kecil ?
Maka sudah selayaknya para pengurus masjid dan para jama'ah di beri pemahaman yg utuh tentang mesjid sebagai pusat peradaban Islam.
Muahmmad Al fatih penakluk konstantinopel pernah berkata :
" Jika kalian tidak lagi mendengar riang tawa dan gelak bahagia anak-anak di masjid-masjid. Waspadalah. Saat itu kalian dalam bahaya".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...