Sebut saja isterinya bernama Hindun, ia merupakan perempuan Sunda jebolan salah satu pesantren di daerahnya, walaupun hanya sebentar karena keburu ada yang melamar yaitu Fery yang sekarang menjadi suaminya. Anak yang pertama kedua pasangan ini adalah seorang anak laki-laki usia SD kelas 3 bernama Kenzi. Pasangan ini memberi nama Kenzi karena ketika anak mereka lahir dibantu oleh seorang dokter yang memiliki suami bernama Kenzi.
Waktu mereka menikah, Fery dan Hindun langsung berangkat ke kota, karena Fery waktu itu masih berstatus sebagai seorang karyawan di sebuah mall di kita tersebut. Fery tinggal di sebuah kostan yang tak jauh dari tempat dia bekerja. Satu tahun mereka menjalani hidup di kostan tersebut, sampai akan lahirlah anak pertama mereka yaitu Kenzi.
Waktu itu isterinya sudah merasa akan melahirkan, karena waktu itu mereka memiliki kartu jaminan kesehatan dari tempat Fery bekerja, maka dibawalah Hindun ke sebuah rumah sakit besar di kota tersebut. Hindun menginginkan dokter perempuan yang membantu persalinannya. Namun waktu itu kebetulan semua dokter spesialis kandungan perempuan tidak ada jadwal di hari itu, karena kebetulan tidak ada dan beberapa dokter perempuan lainnya sedang melaksanakan seminar. Hindun yang waktu itu bersikukuh hanya ingin dokter perempuan yang membantu persalinannya. Fery kebingungan mau pindah rumah sakit, tidak memungkinkan karena jarak jauh. Dia memberanikan diri datang ke ruangan untuk menanyakan ada dokter perempuan. Seorang penjaga berkata "sebenarnya hari ini harusnya Bu dr Naya yang jadwal jaga, tapi suaminya sedang di operasi hari ini, jadi beliau menemani suaminya dulu". Fery yang kebingungan pun dengan sedikit kecewa tambah bingung saja, namun kebetulan di pinggir penjaga ada yang sedang di telpon, dan kedengaran berkata "ya Bu dr Naya" berarti yang menelfon itu adalah dr Naya, tanpa pikir panjang Fery pun merebut telfon pegawai tersebut dan berkata kepada dr Naya agar ia bisa membantu isterinya yang akan melahirkan. Sebuah keajaiban dr Naya pun mengiyakan permintaan Fery.
Singkat cerita lahirlah Kenzi dengan sehat dan normal. Fery pun langsung menemui dr Naya dan mengucapkan terimakasih. Fery pun sedikit bertanya tentang suami dr Naya, namun hanya air mata yang dikeluarkan oleh dr Naya sambil berkata mohon doanya saja untuk suami saya Pak Kenzi Adiputro semoga bisa melewati masa kritisnya. Namun tiba-tiba dr Naya ada yang menelfon, diangkatnya kemudian dia sedikit lesu tak bisa menopang kakinya hampir terjatuh karena mendengar kabar duka. Di papahnya dr Naya ke kursi di dekatnya, sambil menangis dan berucap mas Ken .... Mas Ken .... rekannya bertanya ada apa dok?
Ternyata suaminya telah tiada.
Dari sanalah Fery memberi nama Kenzi untuk anaknya karena menghormati dr Naya yang memiliki suami bernama Kenzi Adiputro. [Yek] bersambung....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar