Jumat, 16 April 2021

Menari Di Mimpi Yang Salah (Bagian 3 - Bermimpi Tanpa Tertidur)

kotretaniyek Siang hari ini cukup panas, membuat tenggorokan kering, bincang Fery dengan Hindun. "Mah bolehkah aku dibuatin es teh manis?" Fery seraya menyuruh istrinya dengan suara lirih nan santun. Dengan sigap Hindun langsung pergi ke dapur dan memberikan Kenzi kepangkuan Fery. Dua menit berselang Hindun kembali dengan membawa segelas teh manis pakai es dan di simpan tepat dekat dengan Fery. Kenzi pun beralih pangkuan dari Fery ke pangkuan mamahnya.
Perbincangan suami istri pun di mulai kembali dengan topik pekerjaan Fery di kampung. Karena memang sudah seminggu lamanya Fery tidak bekerja, namun keuangan tidak menjadi kendala bagi mereka karena masih ada simpanan hasil dari kerja Fery selama di kota.
Fery pun mulai menjelaskan impian-impian dan harapannya kedepan. Munculah sebuah kesimpulan bahwa Fery akan mencoba melamar di sebuah perusahaan distributor ice cream terkenal di Indonesia. Ternyata sebelum memutuskan resign dari mall tempat ia bekerja dulu, Fery telah menghubungi rekannya di kampung untuk menanyakan lowongan kerja.
Waktu berselang, ternyata Fery tidak diterima di perusahaan tersebut dengan berbagai alasan. Akhirnya Fery pun harus memutar otak lebih keras lagi agar ia bisa menjalankan roda kehidupan rumah tangganya.
Fery bermimpi tanpa tertidur, mencoba menerawang angan mau apa di depan? Mencari sebuah jawaban yang bisa membuat dirinya dapat menghasilkan uang untuk menafkahi anak isterinya.
Dalam mimpi tanpa tidurnya Fery, akhirnya memutuskan jika keluarga kecil mereka harus pindah ke rumah orang tua Fery.
Dengan diskusi yang cukup sengit dengan sang isteri, akhirnya keluarga kecil Fery ini sudah siap menetap di rumah orang tua Fery.
Fery merupakan anak pertama dari dua bersaudara, adiknya yang perempuan sudah menikah jauh sebelum Fery menikah. Adiknya diboyong suaminya tinggal di Jakarta, karena suaminya bekerja di salah satu bank daerah di sana.
Ayah Fery adalah seorang peternak ayam pedaging dan ibunya memiliki warung kecil-kecilan di rumahnya.
Esok harinya Fery dan Hindun juga Kenzi meminta izin berangkat ke rumah Fery di sebrang desa, dengan menggunakan mobil sewaan, mereka bertiga berangkat. Hanya 30 menit lamanya mereka sampai di rumah mertua Hindun. Kenzi di sambut riang gembira oleh ayah dan ibu Fery juga tetangga sekitar. 
Malam harinya Fery melanjutkan mimpi tanpa tertidur di kursi depan sambil meminum kopi dan rokok. 
Dan ayahnya duduk mendekat sambil membawa teh manis dalam mug besar, seraya mereka berdiskusi sedikit bercanda dan alot mengenai pekerjaannya di kampung. Ayahnya sebenarnya mengharapkan Fery bisa melanjutkan usahanya beternak ayam pedaging yang sudah di jalaninya sekitar 5 tahun. Namun Fery sedikit menolak dengan bahasa lirih dan santun dibarengi candaan khas mereka berdua.
Belum ada keputusan bagi Fery, sambil menunggu kerjaan, Fery membantu ayahnya mengurus ternak Ayam Pedaging [Yek] bersambung ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...