“Kebersihan adalah sebagian dari iman” adalah sebuah hadist
yang sangat mudah dihafal dan mudah diucapkan. Namun dalam penerapan dari
hadist tersebut seperti mudah-mudah tapi susah. Memang seperti begitu adanya,
karena kebersihan itu selalu bersamaan dengan diri kita dan bersinggungan
dengan kehidupan kita. Sejauh mata memandang, disanalah kita akan melihat
antara bersih dan kotor. Selanjutnya menjadi tugas kita sebagai seorang muslim
untuk menjaga kebersihan itu sendiri, baik itu kebersihan yang melekat dengan
badan kita ataupun kebersihan sekitar lingkungan kita. Yang menjadi masalah
adalah kemauan kita untuk menjadikan hadist tersebut menjadi bagian dari
kebiasaan kita. Menjadi sesuatu yang sukar ketika rasa malas mulai menghinggap
pada diri ini. Seperti misalnya membuang sampah pada tempatnya, itu merupakan
hal yang sangat mudah dilakukan tapi sepertinya sulit untuk dilaksanakan. Hal ini
terjadi karena suatu kebiasaan dan keadaan lingkungan itu sendiri.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah sebuah kesadaran
yang dimiliki oleh setiap insan. Bagaimana tidak penting, ketika seseorang
telah memiliki sebuah kesadaran, disanalah suatu sistem kebaikan akan terbentuk
dan tercipta. Misalkan ketika seseorang yang memiliki sebuah kesadaran bahwa
kebersihan adalah sebagian dari iman, dia akan menjaga kebersihan dirinya
misalnya dengan mandi secara teratur, membuang sampah pada tempatnya, sekecil
apapun samph yang dia bawa. Ketika dia membawa sebuah sampah plastic kecil
misalnya bungkus permen, ketika dia tidak melihat tempat sampah disekitarnya,
tidak lantas dia membuang sembarangan dimana saja, tapi dia menyimpannya disaku
celana terlebih dahulu dan ketika menemukan tempat sampah dia membuangnya di
tempat sampah yang ditemukan. Bahkan bisa saja ketika dia melihat sedikit
sampah disekitarnya, dia akan mengambil dan menyimpannya di tempat sampah. Itulah
sedikit pengamalan dari hadist bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman.
Ketika kebersihan sudah menjadi kebiasaan bagi kita,
disanalah akan terbentuk dan terciptanya keimanan yang tumbuh bagi dirinya. Bagaimana
tidak, setan itu senang ditempat yang kotor dan membenci tempat yang bersih. Secara
logika ketika diri kita bersih dan menyukai kebersihan, berarti disana kita
terhidar dari kesukaannya setan. Semoga kita semua menjadi orang yang
senantiasa menjaga kebersihan. (ah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar