Jumat, 25 Maret 2016

Tiga Golongan Manusia



Hidup dimuka bumi ini tidak mungkin hidup sendiri. Kita dianjurkan untuk bisa bersosialisasi, namun dalam kenyataannya tidak semua manusia bisa bersosialisasi dengan baik. Adapula manusia yang bersosialisasi dengan cara yang berbeda atau dengan kata lain bersosialisasi dengan caranya sendiri. Ketika kita bersosialisasi dengan orang lain, disanalah letak sebuah keindahan hidup terjalin. Dengan berinteraksi dengan orang lain akan menimbulakan suatu keharmonisan bahkan bisa menimbulkan suatu peperangan. Disanalah dipentingkan harus bisa mengkaji diri dan membaca keadaan. Namun disini tidak akan dibahas tentang bersosialisasi, ini hanya pembukaan saja.
Tulisan kecil kali ini adalah akan menceritakan hasil “jepretan telinga” ketika mendengarkan khutbah jum’at di mesjid Al-Akbar Cikijing. Kurang lebih khatib menyampaikan tentang manusia yang bermanfaat. Dijelaskan bahwa manusia yang baik itu adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Sungguh sangat akan dicari ketika orang yang suka membantu atau suka memberikan manfaat dirinya kepada orang yang membutuhkan bantuannya. Ketika dirinya tidak ada, maka akan terasa kehilangan, misal orang itu adalah ahli dalam bidang pertukangan dan suka menolong tanpa pamrih, ketika ada sedikit kerusakan sesuatu, maka orang itu lantas akan dicari. Bukan karena dirinya membantu tanpa pamrih, tapi kemauan dan kesadaran serta tingkat kemanusiaannya yang tinggi membuat dirinya dicari. Bahkan orang yang menyuruhnya pun tidak akan segan-segan member sesuatu sebagai tanda terima kasih.
Teringat pula sebuah khutbah jum’at di Mesjid Al-Ikhlas Pangampiran, ketika Pak Ustadz Yunus menjelaskan bahwa manusia itu terbagi kepada 3 golongan, yaitu:
1.        Manusia Wajib
Maksudnya adalah manusia atau orang ketika ada disuatu tempat maka dirinya akan sangat disenangi bahkan terasa nyaman karena kehadiranya, atau dalam bahasa sundanya reugreug ketika dirinya ada. Tapi sebaliknya jika orang tersebut tidak ada maka orang-orang sekitarnya akan merasa kehilangan akan kehadiran dirinya. Semoga kita semua termasuk kedalam golongan ini.
2.       Manusia Sunah
Maksudnya adalah ada atau tidak ada orang ini tidak menjadi masalah, ketika ada biasa saja, ketika tidak adapun biasa saja juga. Namun kadang-kadang orang ini memberikan manfaat kepada orang sekitarnya.
3.       Manusia Haram
Dari sebutan namanya saja mungkin sudah jelas, bahwa orang yang termasuk kepada golongan ini sangatlah tidak diharapkan kehadirannya atau keberadaannya. Makasudnya adalah jika orang ini ada, maka akan timbul sebuah permasalahan, dengan kata lain orang ini selalu membuat kegaduhan atau kekacauan dan membuat rugi juga tidak nyaman orang-orang disekitarnya. Dan ketika dirinya tidak ada, orang-oramg merasa senang dan itulah yang diharapkan. Semoga kita semua tidak termasuk kedalam golongan ini.
Selanjutnya ketika kita menjalani hidup ini, jalani dengan jalan yang lurus sesuai dengan lajur dan jalur yang semestinya. Ketika jalur kita salah, cepat kembali kepada jalur semestinya. (AH)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...