Hidup dimuka bumi ini tidak mungkin hidup
sendiri. Kita dianjurkan untuk bisa bersosialisasi, namun dalam kenyataannya
tidak semua manusia bisa bersosialisasi dengan baik. Adapula manusia yang
bersosialisasi dengan cara yang berbeda atau dengan kata lain bersosialisasi
dengan caranya sendiri. Ketika kita bersosialisasi dengan orang lain, disanalah
letak sebuah keindahan hidup terjalin. Dengan berinteraksi dengan orang lain
akan menimbulakan suatu keharmonisan bahkan bisa menimbulkan suatu peperangan. Disanalah
dipentingkan harus bisa mengkaji diri dan membaca keadaan. Namun disini tidak
akan dibahas tentang bersosialisasi, ini hanya pembukaan saja.
Tulisan kecil kali ini adalah akan
menceritakan hasil “jepretan telinga” ketika mendengarkan khutbah jum’at di
mesjid Al-Akbar Cikijing. Kurang lebih khatib menyampaikan tentang manusia yang
bermanfaat. Dijelaskan bahwa manusia yang baik itu adalah manusia yang
bermanfaat bagi manusia lainnya. Sungguh sangat akan dicari ketika orang yang
suka membantu atau suka memberikan manfaat dirinya kepada orang yang
membutuhkan bantuannya. Ketika dirinya tidak ada, maka akan terasa kehilangan, misal
orang itu adalah ahli dalam bidang pertukangan dan suka menolong tanpa pamrih,
ketika ada sedikit kerusakan sesuatu, maka orang itu lantas akan dicari. Bukan karena
dirinya membantu tanpa pamrih, tapi kemauan dan kesadaran serta tingkat
kemanusiaannya yang tinggi membuat dirinya dicari. Bahkan orang yang
menyuruhnya pun tidak akan segan-segan member sesuatu sebagai tanda terima
kasih.
Teringat pula sebuah khutbah jum’at di
Mesjid Al-Ikhlas Pangampiran, ketika Pak Ustadz Yunus menjelaskan bahwa manusia
itu terbagi kepada 3 golongan, yaitu:
1.
Manusia
Wajib
Maksudnya adalah manusia atau orang ketika
ada disuatu tempat maka dirinya akan sangat disenangi bahkan terasa nyaman
karena kehadiranya, atau dalam bahasa sundanya reugreug ketika dirinya ada. Tapi sebaliknya jika orang tersebut
tidak ada maka orang-orang sekitarnya akan merasa kehilangan akan kehadiran
dirinya. Semoga kita semua termasuk kedalam golongan ini.
2. Manusia Sunah
Maksudnya adalah ada atau tidak ada orang
ini tidak menjadi masalah, ketika ada biasa saja, ketika tidak adapun biasa
saja juga. Namun kadang-kadang orang ini memberikan manfaat kepada orang
sekitarnya.
3. Manusia Haram
Dari sebutan namanya saja mungkin sudah
jelas, bahwa orang yang termasuk kepada golongan ini sangatlah tidak diharapkan
kehadirannya atau keberadaannya. Makasudnya adalah jika orang ini ada, maka
akan timbul sebuah permasalahan, dengan kata lain orang ini selalu membuat
kegaduhan atau kekacauan dan membuat rugi juga tidak nyaman orang-orang
disekitarnya. Dan ketika dirinya tidak ada, orang-oramg merasa senang dan
itulah yang diharapkan. Semoga kita semua tidak termasuk kedalam golongan ini.
Selanjutnya ketika kita menjalani hidup
ini, jalani dengan jalan yang lurus sesuai dengan lajur dan jalur yang semestinya.
Ketika jalur kita salah, cepat kembali kepada jalur semestinya. (AH)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar