Ini
kalimat-kalimatku yang bergeming di depan cermin yang tak retak. Tak retak
seutuhnya seperti gemilang-gemilang percikan cahaya yang bersinar. Sinar yang
menghangati sebagian jiwa-jiwa yang hilang. Hilang ditelan persekutuan
masalah-masalah yang sesungguhnya diciptakan dengan sendirinya. Sendiri
menghadapi permasalahan yang sebenarnya tak begitu pelik seperti benang tak
terlalu kusut. Membuat kekusutan yang menimbulkan pencerminan wajah kian
meredup tak bergairah. Seperti gairah pagi saat terbangun dari mimpi dan
melanjutkan dengan beraksi. Hidup tanpa aksi bukanlah tujuan hidup setiap insan
yang bernyawa. Selama jasad ini bernyawa dan bernafas pastinya semua
permasalahan yang ada akan begitu mudah untuk diselesaikan. Diselesaikan dengan
pemikiran yang tak kotor dan menghadapi permasalahan dengan jiwa yang teanang
dan tidak terlalu mendramatisir seperti cerita-cerita dalam cerita. Cerita orang
terdahulu berkata bahwasannya setiap kesusahan pasti ada kemudahan. Kemudahan
yang sebenarnya diciptakan bersamaan dengan kesukaran. Kesukaran yang dibuat
oleh jiwa-jiwa yang bergerak. Bergerak menuju permasalahan. Permasalahan itu
sebenarnya bisa membuat kenaiakan satu tingkat untuk menuju level kedewasaan. Kedewasaan
yang diminati oleh segenap makhluk yang berfikir. Berfikir terus jernih
menggapai semua kebijakan yang telah menyelimuti akal-akal pemikiran mereka
yang berakal dan berpemikiran. Berfikir bahwa sesungguhnya masalahh bisa saja
mereda seiring sejalan senyum tawa antara mereka yang berulah.
Kalimat-kalimat
yang liar berbisa menerkam pemikiran yang tak bisa dibagikan dengan sedikit
logika. Logika mereka berlari mencari jawaban yang tak ada pertanyaan. Sehingga
seharusnya sepenuhnya alam persinggahan memiliki sekuncup harapan. Harapan senyum
seperti kesenangan mereka yang menari-nari mencari sumber bunyi yang berirama
dendangan dan suguhan murni.
Kalimat-kalimat
sekeinginan yang merusak ide seharusnya. Namun inilah salah satu pemikiran liar
yang semoga saja tak ada nilai menyalahi, hanya saja ledakan pemikiran yang
tertuang berbisik kepada hati dan pemikiran dan menggerakan jemari tertuang
dalam lembaran digital. Membuat tak memahami mereka yang melihat dan merasakan
kalimat-kalimat seperti ini. Dan ini hanyalah sedikit pemikiran kalimat kecil
yang bergeming menunjukan keinginan berbicara lewat kata-kata, walaupun tak ada
sedikit makna yang tercurah (ah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar