Sabtu, 19 Maret 2016

BERHARAP ITU ....



Cerita ini bergulir ketika suatu hari sebut saja Iyek namanya, sedang mencari pekerjaan karena telah lulus sekolah. Ketika obrol sana dan obrol sini sambil berceloteh asyik dengan kawan lainnya, tiba – tiba saja ada seorang dengan perawakan tegap berusia sekitar 40 tahunan ikut nimbrung disana. Dan perbincanganpun dilanjutkan dengan diselipkan berbagai macam lelucon dan lawakan ringan. Lelaki 40 tahunan itu juga ikutan bersama, karena dia juga adalah warga dari sana juga, hanya dia adalah seorang pegawai swasta kantoran yang terbilang sukses. Bagaimana tidak terlihat sukses, dia sudah memiliki lima mobil dan rumah mewah yang mentereng di kampung itu. Namun dia memiliki karakter yang masuk kemana saja tidak pilih-pilih kawan. Walhasil berlanjutlah obrolan tersebut, sampai-sampai terlontar dari mulut si Iyek sambil bercanda, berkata kepada lelaki 40 tahun itu, kalau dirinya dan kawan yang lainnya sedang membutuhkan pekerjaan. Dan lelaki 40 tahun itu pun mengamininya dengan seraya berkata kepada Iyek dan kawannya bahwa dia bisa membantu memasukan karyawan, karena dirinya sudah begitu dekat dengan pimpinan tempat ia bekerja, bahkan dia adalah salah satu orang kepercayaan pemimpin perusahaan tersebut.
            Ceritapun berlanjut dengan singkat cerita, Iyek dan kawannya memiliki keyakinan kalau mereka pasti akan bisa masuk bekerja dengan mudah karena mereka masuk melewati jalur orang dalam, bahkan orang dalamnyapun memiliki jabatan yang lumayan sentral diperusahannya.
            Dihari selanjutnya, Iyek beserta lima kawan lainnya bersegera mendatangi perusahaan tempat bekerja lelaki 40 tahun tersebut. Karena sebelumnya si lelaki 40 tahun tersebut telah memberikan harapan pasti bahwa Iyek dan kawannya bisa langsung masuk bekerja tanpa uang pelican dan apapun itu. Singkat cerita mereka berenam telah berada di dalam kantor perusahaan, dengan rasa sedikit malu-malu dan penuh harap mereka langsung menuju ruangan yan telah diarahkan oleh lelaki 40 tahun itu dan disuruh untuk mememui seorang laki-laki bernama Pak Antoni. Setelah mereka berincang-bincang sangat lama, ternyata dijelaskan bahwa perusahaan itu memang perusahaan yang sedang berkembang bahkan sedikit akan maju. Tetapi karena perusahaan ada sedikit permasalahan dengan keuangan dikarenakan ada suatu masalah dengan perizinan perusahaan, maka perusahan itu akan ditutup untuk waktu yang tidak ditentukan.
            Walhasil Iyek dan kawannya pun kembali pulang dengan sedikit rasa kecewa dan rasa sedih karena pekerjaan yang dihadapan mata sirna begitu saja. Ketika ditemui kembali oleh lelaki 40 tahun itu, dia meminta maaf karena tidak bisa menepati janjinya untuk memberikan pekerjaan. Namun Iyek dan kawannya tidak merasa marah, malah berterimakasih kepadanya karena telah memberikan kesempatan, walaupun kesempatan itu hilang dengan keadaan yang tak bisa di selesaikan dengan waktu yang singkat.
            Hari-hari selanjutnya si Iyek berbincang kembali dengan orang tuanya. Dan perbincangan itupun mengarah kepada soal pekerjaan. Sampai terdengar ceritaan mereka jika disimpulkan adalah bahwa si Iyek disuruh bekerja dengan cara berwirausaha atau usaha sendiri. Bengkel atau tambal ban adalah ujung ceritanya, kebetulan Iyek adalah seorang siswa lulusan kejuruan di bidang otomotif atau perbengkelan kendaraan ringan. Namun yang menjadi permasalahan selanjutnya adalah permasalahan modal yang tak dimiliki oleh orang tua atau kerabat sekitar yang dekat dengan rumahnya.
            Sampai suatu ketika Ayah si Iyek memberikan kabar bahwa temannya yang sukses namun tinggal diluar provinsi, dia adalah seorang pengusaha batu yang cukup sukses mau meminjamkan modal asal jangan lebih dari 30 juta katanya. Dayung pun bersambut karena modal yang dibutuhkan tidak sebesar itu, setelah diperhitungkan mungkin hanya sekitar 20-25 juta saja.
            Dengan perasaan yang riang dan gembira, Iyek pun mau memberanikan diri untuk datang menuju luar provinsi. Karena dengan asas kesopanan dan ingin lansung melihat orang yang baik hati yang mau meminjamkan uang sebesar itu. Padahal bisa dengan cara di transfer mealaui bank. Namun Iyek lebih merasa sopa jika ia sendiri datang langsung menemuinya, untuk menghaturkan terimakasih juga. Dengan membawa oleh-oleh khas daerahnya dan membawa sedikit uang untuk ongkos dan perbekalan di jalan.
            Singkat cerita, Iyek telah sampai di kota luar provinsi tersebut, dengan melihat alamat yang hemdak dituju, sampailah dia dirumah teman ayahnya. Dengan penuh harapan dan cita-cita dia langsung saja menyambangi rumah yang tertera di alamat tersebut. Namun keanehan dan keterkejutanpun langsung menerjang Iyek, karena ketika hendak masuk menuju rumah yang tertera di alamat itu, ada sekitar 7 orang berdasi dan berpakaian rapi seperti sedang berkomunikasi dan berbincang dengan teman ayahnya. Ketika semakin dekat dia menuju rumah dan mengucapkan izin masuk, teman ayahnya pun langsung menyambangi Iyek. Seraya berkata bahwa dirinya mau minta maaf kalau uang yang dijanjikan tidak bisa di pinjamkan karena ada pihak bank yang akan menyita rumahnya dan mengharuskan dirinya membayar sejumlah uang kepada pihak bank. Itu terjadi karena istri dan ketiga anaknya telah menggunakan kartu kredit dengan melebihi tunggakan dan bayaran yang berbulan-bulan tidak dibayarkan. Hasilnya uang yang adapun harus dibayarkan dan tidak mencukupi, sampai-sampai rumhnya pun menjadi jaminan dan harus di sita. Bukan hanya itu saja, ternyata usaha penambangan batunyapun bermasalah masalah penambangan yang terlalu mengeksploitasi anak, karena ada separuh anak dibawah usia 17 yang ikut bekerja. Dan penambangan batunya sedang diberhentikan sementara. Teman ayahnya itu pun meminta maaf, karena telah menjanjikan pinjaman uang, karena sebelumnya seperti tidak menyangka akan ada masalah sebesar itu dan sangat tiba-tiba.
Singkat cerita Iyek pun pulang dengan tangan hampa dan penuh rasa kecewa dan juga ada rasa iba terhadap teman ayahnya tersebut. Uang pun habis untuk ongkos dan perbekalan di jalan, modal usaha pun tak didapatkan.
            Jika melihat kisah fiktif diatas, bisa diambil atau bisa ditarik benang merahnya bahwa sesungguhnya manusia hanyalah makhluk Allah yang berakal dan lemah. Hanya Allah swt lah yang maha perkasa dan maha kuasa. Bagaimana tidak, ketika manusia merasa bisa diantu dan berharap bisa terbantu, keadaan yang tiba-tiba bisa saja berubah dengan cepatnya. Kesimpulan terbesarnya adalah kita sebagai makhluk, janganlah berharap kepada makhluk lain. Lebih baik berharap itu adalah langsung kepada Allah swt yang menciptakan makhluk-Nya. Jangan berharap kepada orang kaya, tapi berharaplah kepada yang menciptkan orang kaya. Jangan berharap kepada orang berpangkat, tapi berharaplah kepada yang menciptakan pangkat yakni Allah swt yang Maha perkasa dan Maha Kuasa. Tidaklah akan merasa kecewa ketika kita berharap kepada sang pemilik alam semesta ini. Karena apapun bisa terjadi dengan kuasanya dengan Kun Fayakun…… (AH)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...