Ketika kita bertemu dengan
seorang teman yang sudah lama tidak bertemu, dan kembali bertemu setelah
menginjak usia dewasa. Salah satu pertanyaan yang terlontar biasanya adalah
tentang pekerjaan. Keadaan lain adalah ketika menghadiri suatu acara reuni
dengan teman sekolah atau kuliah, biasanya salah satu pertanyaan yang menjadi topik
diwaktu itu adalah tentang pekerjaan pula.
Dan sudah semestinya kita
selaku manusia beragama dan juga makhluk social, sudah seharusnya memiliki
pekerjaan. Apalagi bagi orang yang sudah berumah tangga, status memiliki
pekerjaan adalah suatu yang dianggap keharusan, karena demi kelangsungan hidup
keluarganya. Walaupun memang hidup kita sudah dijamin oleh Allah swt, tapi
jalan ikhtiar jangan dilupakan. Bahkan Allah swt menyuruh kita agar berkeliaran
dimuka bumi ketika setelah selesai melaksanakan kewajiban ibadah shalat.
Kita makan untuk hidup, bukan
hidup untuk makan. Kalau hewan hidup itu untuk mencari makanan. Jadi ketika
sekumpulan hewan sedang berkumpul dan salah satu dari mereka ada yang mendapat
makanan, maka hewan lainnya akan mengejar makanan milik hewan yang memilik
makanan. Dan hewan yang memilik makanan biasanya akan mempertahankan diri agar
makanannya tidak direbut oleh hewan lainnya juga. Namun kita ini adalah manusia
yang ketika kita makan itu adalah agar kita memiliki energi untuk menjalani
hidup yakni untuk beribadah kepada Allah swt.
Selanjutnya, pekerjaan apakah
yang Allah swt sukai?
Ada sebuah hadist dari Aisyah
Radiallohu’anha, Rasullullah saw bersabda amalan
yang paling dicintai Allah swt adalah amalan yang terus menerus walaupun
sedikit.
Misalnya Allah swt lebih
menyukai hamba-Nya yang membaca Al-qur’an sehari satu ayat dibandingkan dengan
hamba-Nya yang membaca Al-Qur’an satu juz tapi jarang.
Sedikit mencerna dari hadist
diatas adalah Allah swt sangat mencintai pekerjaan seorang hamba walaupun kecil
ataupun sedikit tapi dilakukan dengan terus menerus. Kata terus menerus
mengandung arti pula tidak berputus asa, tidak gampang menyerah tapi dijalani
secara kontinu.
Secara logika, orang yang
tekun dalam bekerja, niscaya akan mendapatkan kesuksesan kelak. Namun ketika
seseorag telah mencapai suatu titik kesuksesan atau tercapai harapan dan
citanya, bukan berarti berhenti sampai disana. Tapi lanjutkan, kembangkan dan
teruskan. Apalagi sampai memberi kesempatan kepada orang disekitar. Akhirnya kita
menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya.
Jadi apapun pekerjaan kita,
jangan malu jangan ragu, selama pekerjaan kita halal dan diridhai oleh Allah
swt, lanjutkan dan leukeunan (kata orang sunda) niscaya kita akan
menemukan kebahagiaan didepan, bahkan bisa jadi kita akan menemukan kesuksesan
didepan. (AH)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar