Jumat, 04 Maret 2016

Pekerjaan Yang Allah SWT Cintai



Ketika kita bertemu dengan seorang teman yang sudah lama tidak bertemu, dan kembali bertemu setelah menginjak usia dewasa. Salah satu pertanyaan yang terlontar biasanya adalah tentang pekerjaan. Keadaan lain adalah ketika menghadiri suatu acara reuni dengan teman sekolah atau kuliah, biasanya salah satu pertanyaan yang menjadi topik diwaktu itu adalah tentang pekerjaan pula.
Dan sudah semestinya kita selaku manusia beragama dan juga makhluk social, sudah seharusnya memiliki pekerjaan. Apalagi bagi orang yang sudah berumah tangga, status memiliki pekerjaan adalah suatu yang dianggap keharusan, karena demi kelangsungan hidup keluarganya. Walaupun memang hidup kita sudah dijamin oleh Allah swt, tapi jalan ikhtiar jangan dilupakan. Bahkan Allah swt menyuruh kita agar berkeliaran dimuka bumi ketika setelah selesai melaksanakan kewajiban ibadah shalat.
Kita makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan. Kalau hewan hidup itu untuk mencari makanan. Jadi ketika sekumpulan hewan sedang berkumpul dan salah satu dari mereka ada yang mendapat makanan, maka hewan lainnya akan mengejar makanan milik hewan yang memilik makanan. Dan hewan yang memilik makanan biasanya akan mempertahankan diri agar makanannya tidak direbut oleh hewan lainnya juga. Namun kita ini adalah manusia yang ketika kita makan itu adalah agar kita memiliki energi untuk menjalani hidup yakni untuk beribadah kepada Allah swt.
Selanjutnya, pekerjaan apakah yang Allah swt sukai?
Ada sebuah hadist dari Aisyah Radiallohu’anha, Rasullullah saw bersabda amalan yang paling dicintai Allah swt adalah amalan yang terus menerus walaupun sedikit.
Misalnya Allah swt lebih menyukai hamba-Nya yang membaca Al-qur’an sehari satu ayat dibandingkan dengan hamba-Nya yang membaca Al-Qur’an satu juz tapi jarang.
Sedikit mencerna dari hadist diatas adalah Allah swt sangat mencintai pekerjaan seorang hamba walaupun kecil ataupun sedikit tapi dilakukan dengan terus menerus. Kata terus menerus mengandung arti pula tidak berputus asa, tidak gampang menyerah tapi dijalani secara kontinu.
Secara logika, orang yang tekun dalam bekerja, niscaya akan mendapatkan kesuksesan kelak. Namun ketika seseorag telah mencapai suatu titik kesuksesan atau tercapai harapan dan citanya, bukan berarti berhenti sampai disana. Tapi lanjutkan, kembangkan dan teruskan. Apalagi sampai memberi kesempatan kepada orang disekitar. Akhirnya kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya.
Jadi apapun pekerjaan kita, jangan malu jangan ragu, selama pekerjaan kita halal dan diridhai oleh Allah swt, lanjutkan dan leukeunan  (kata orang sunda) niscaya kita akan menemukan kebahagiaan didepan, bahkan bisa jadi kita akan menemukan kesuksesan didepan. (AH)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...