Selepas sore itu, masih ku berjalan dari kota 'buah' (itu julukanku saja). Suatu peristiwa penting disana ku jalani, bertemu dengan orang-orang hebat juga berpangkat. Tak ayal diri ini merasa menjadi semakin kecil saja. Tak ada apa-apanya. Semua satu suara demi mencerdaskan anak bangsa. Ya itulah kenangan kota buah selama sepekan yang sampai hari ini baru menginjak hari yang ketiga. Tapi bersama mereka hari-hari itu sangat menyenangkan. Selain mendapatkan tambahan ilmu juga mendapatkan tambahan kawan, iya mereka kawan yang asyik.
Namun bukan itu yang akan kuperpanjang ceritanya, itu hanya sebuah peristiwa yang ruang dan waktunya hampir mendekati dengan peristiwa penting dalam hidup ini.
18 nol lima 17 itulah salah satu peristiwa penting, sejarah hidup ini untuk belajar kembali akan kekuatan fokus. Selain fokus juga belajar bertanggung jawab, dan setia akan sebuah ikatan janji.
Ini memang hanya simbolis saja, makna terbesarnya adalah silaturahmi. Mempertemukan dua keluarga besar di satu janji.
Kembali kubercerita....
Selepas sore itu yang tidak mendung juga tidak begitu panas namun cerah, diri ini menaiki kuda besi hijau yang belakangan ini setia menemani setelah kuda biru ku yang penuh sejarah pergi berganti rupiah. Berjalan melalui jalan yang indah akan pemandangan dan hiruk pikuk orang - orang yang mencari nafkah rupiah. Dalam berjalan di pikiran ini begitu banyak angan, begitu banyak tanda tanya, bagaimana nanti ku disana.....
Kukirim pesan melalui WA kuinformasikan dan kuberi penguatan bahwa di ba'da Maghrib akan tercipta sebuah sejarah penting untuk hidup ini. Dan terdengar nada jawaban dengan 5 buah senyuman lebar penuh bahagia.
Perjalanan kulanjutkan masih penuh dengan dag dig dug membayangkan malam nanti. Dan singkat waktu, diri ini telah sampai di lokasi Warung Pulsa Iyek Pangampiran, disana ku terdiam sebentar, membuka sebuah pesan dari salah satu sahabat kerabat, yang sebenarnya nada pesan ini berbunyi ketika kumasih diperjalanan. Ketika kubaca pesan itu berisi ucapan selamat, diri ini bingung dan bengong tahu dari siapa sahabat kerabat yang satu ini. Tapi tak apa lah.... ini mungkin hanya ungkapan senang beliau saja, yang prasangka baikku dirinya ada menitipkan doa buat diriku.
Setelah itu pulanglah diri ini menunju rumah, yang ternyata dua anak kecil lucu sudah ada disana menyambut kedatanganku. Ku angkat yang kecil tanda melepas rasa kangen hati ini. Kupeluk si kakak, sebagai tanda rasa rindu diri ini. Di dalam tengah ada orang tua dua anak kecil lucuku, mereka adalah orang - orang yang besar dan sangat berpengaruh dalam hidupku. Terimakasih..... semoga Allah swt yang membalas semua kebaikan mereka sekeluarga. Orang tuaku juga menyambut dengan senyum kesegaran yang kurasakan di mata ini.
Singkat cerita di ba'da Maghrib rumah ini mendadak sibuk, menyiapkan segala hal yang harus disiapkan. Berangkatlah kami menuju rumah sang putri yang belakangan ini ada selalu di hati ini. Kudiantar oleh keluarga inti dan Guruku yang semoga Allah swt merahmati beliau, juga diikuti dengan seorang pimpinanku di lingkungan sekitar.
Disana kami disambut meriah dismbut senyuman khas selamat datang.
Disanalah terjadi sebuah peristiwa penting dalam hidup ini, diriku mengkhitbah dirinya yang kuselipkan dalam do'a. Sebagai suatu pembuktian keseriusan diri ini. Hari ini kan kukenang kan kuingat......
Semoga do'a kami terkabul dan tercapai, aamiin.....
Rabu, 17 Mei 2017
170517
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Besi dan Karat
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
KOTRETAN IYEK - Dipagi dalam menjelang Subuh beruraian air mata penuh dengan kekhusyukan dan dengan penuh rasa penyesalan akan kekhilapan di...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar